KEDIRI, JP Radar Kediri- Mobilitas masyarakat yang meningkat jelang dan saat Hari Raya Idul Fitri juga berdampak pada meningkatnya sampah. Pada malam takbir saja, timbulan sampah bisa mencapai ratusan ton.
Untuk menjaga kebersihan Kota Kediri, sedikitnya 180 petugas penyapu disiagakan selama libur lebaran.
Data yang dihimpun koran ini, timbulan sampah di malam takbir selama empat tahun terakhir rata-rata mencapai 248 ton. Diperkirakan, malam takbir mendatang timbulan sampahnya juga berkisar di angka itu.
Dibanding hari biasa yang timbulan sampahnya sekitar 178 – 180 ton sehari, rata-rata terjadi peningkatan hingga 39 persen selama momentum malam takbir.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Sentot Iswanto mengatakan, pada malam takbir memang terjadi tren peningkatan timbulan sampah. Hal tersebut salah satunya dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Selain itu kan banyak orang luar kota yang mulai mudik ke kampung halaman. PKL (pedagang kaki lima) yang biasanya beroperasi sif-sifan ini juga nanti terus-terusan karena kadung payu, khususnya di jalan-jalan protokol,” ujar Sentot.
Peningkatan timbulan sampah, ungkap Sentot, mayoritas disumbang jenis sampah domestik atau rumah tangga. Termasuk dari pelaku usaha kuliner. Sedangkan untuk sampah anorganik menurutnya cenderung stabil.
“Kalau hari raya cenderung sampah dari pengolahan makanan dan sebagainya yang mengalami peningkatan,” sambungnya.
Mengantisipasi peningkatan timbulan sampah, menurut Sentot, DLHKP tetap menugaskan petugas kebersihan. Selama libur panjang nasional itu, petugas penyapu jalan tetap dikerahkan.
Sedikitnya ada 180 penyapu jalan yang tidak libur. Kemudian, angkutan sampah berupa 23 unit truk, 24 unit tosa, hingga dua satgas untuk emergency atau kegiatan insidental.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kami tidak pernah libur. Jadi kami bagi (tugas dan penyesuaian waktu),” beber Sentot.
Dia mencontohkan, untuk tim sapu jalan sif paling pagi akan diinstruksikan untuk mulai lebih pagi lagi. Sehingga pekerjaan sudah tuntas sebelum memasuki waktu salat Ied.
“Setelah itu untuk sif selanjutnya tetap normal. Mulai pukul 09.00 – 10.00 melaksanakan tugas seperti biasa. Jadi untuk tenaga kebersihan memang tidak ada libur,” tandasnya.
Begitu pula untuk pengangkutan sampah dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) maupun TPS3R. Bedanya, di malam takbir pelayanan pengangkutan sampah dari 48 TPS dan 9 TPS3R di Kota Kediri akan diperpanjang hingga malam hari.
Tujuannya untuk mengurangi beban timbulan sampah di Hari Raya Idul Fitri esoknya.
“Sampah itu kan tidak bisa berhenti barang sehari pun. Ritme biasanya itu pukul 16.00 teman-teman sudah selesai semua (mengangkut sampah dari TPS dan TPS3R ke TPA Klotok, Red). Tapi nanti berapapun sampah yang ada di situ, kami selesaikan. Biar besoknya tidak ada penumpukan sampah,” terang Sentot.
Dengan cara itu, selama malam takbir, sampah yang tertampung di TPS dan TPS3R dalam kurun waktu 16.00 hingga 22.00 tetap akan diselesaikan di hari itu.
“Tumpukan sampah mulai jam 4 sore itu biasanya kami eksekusi besoknya jam 6 pagi. Tapi nanti kami selesaikan sampai selesai sekitar jam 11 malam. Harapannya sampah itu tidak ada lagi besok paginya,” tandasnya. (ais/ut)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita