Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Disorot BGN, Penyaluran MBG selama Ramadan di Kediri Tak Lagi Dirapel

Ayu Ismawati • Senin, 9 Maret 2026 | 23:18 WIB

Contoh paket MBG Ramadan untuk satu hari yang diterima pelajar di Kediri, Senin (9/3). Mulai banyak SPPG yang tidak lagi mengirim MBG dalam bentuk rapelan.
Contoh paket MBG Ramadan untuk satu hari yang diterima pelajar di Kediri, Senin (9/3). Mulai banyak SPPG yang tidak lagi mengirim MBG dalam bentuk rapelan.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Selama bulan Ramadan, penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa sekolah ada yang dilakukan dengan dirapel.

Usai viral, sistem yang menyalahi aturan itu langsung menghilang.

Seperti di Kecamatan Ngadiluwih. Jika sebelumnya beberapa SD mendapat paket MBG secara rapel, sejak Senin (9/3) lalu kembali disalurkan harian. 

“Pekan kemarin terakhir itu kan dapat hari Jumat. Itu untuk jatah hari Kamis, Jumat, Sabtu. Hari ini (9/3) cuma dapat untuk satu hari,” ungkap Nana, wali murid siswa asal Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih.

Untuk diketahui, pembagian MBG dengan cara dirapel memang sempat menuai protes orang tua di media sosial. Rupanya, hal itu langsung direspons oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dengan mengubah mekanisme pengiriman.

“Kalau dirapel itu banyak yang jadi tidak kemakan sama anak karena udah basi duluan,” lanjutnya.

Tak hanya di Kabupaten Kediri, beberapa SD di Kota Kediri yang semula jatah MBG-nya dirapel juga kembali harian.

Seperti di SDN Banjaran 5 yang hingga akhir Februari lalu masih menerima paket MBG rapelan tiga hari sekaligus. Namun, sejak pekan lalu MBG mulai disalurkan tiap hari.

“Sekarang setiap hari ada pengiriman MBG,” ujar Kepala SDN Banjaran 5 Kota Kediri, Hindiyah Sirya. 

Menurutnya, MBG yang diterima tiap hari itu cukup layak untuk anak. Seperti pada Kamis lalu (5/3) lalu, setiap siswa mendapatkan satu roti krim merek Sari Roti, satu susu kotak rasa vanilla, serta satu buah apel.

“Alhamdulillah sejauh ini belum pernah ada keluhan yang disampaikan ke sekolah,” sambungnya.

Untuk diketahui, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang, akhirnya menanggapi isu menu MBG selama Ramadan.

Selama ini, banyak masyarakat yang mengeluhkan temuan paket MBG minimalis atau kurang layak. Termasuk yang dikirimkan dalam bentuk rapelan.

BGN menegaskan, MBG yang disalurkan dalam bentuk rapelan itu menyalahi aturan. Seharusnya MBG disalurkan setiap hari.

Sedangkan sistem rapel hanya diperbolehkan jika sekolah libur, atau saat Jumat yang digabung dengan Sabtu. 

Di sisi lain, SPPG juga diminta mencantumkan informasi harga dan nilai gizi. Baik di paket MBG maupun di media sosial. Sehingga bisa terjadi transparansi dan masyarakat bisa ikut mengawal program prioritas nasional itu. (ais/ut)

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#Mbg #dirapel #rapelan #SPPG #Makan Bergizi Gratis #BGN #badan gizi nasional