KEDIRI, JP Radar Kediri- Konflik yang melibatkan Iran dengan dua seterunya, Amerika Serikat dan Israel, mau tidak mau mengganggu pelaksanaan ibadah umrah. Meskipun dilaporkan jalannya umrah di Makkah dan Madinah tak terganggu namun Pemerintah mengimbau agar yang belum berangkat menunda dulu niatan umrah. Hingga batas waktu yang belum ditetapkan.
“Kalau nanti situasi sudah memungkinkan untuk ke sana, baru nanti diberangkatkan. Jadi untuk saat ini menahan diri dulu, bersabar dulu,” saran Kepala Kantor Kementerian Haji (Kakan Kemenhaj) Kota Kediri Basyarudin.
Menurut pria yang akrab disapa Basyar ini, saat ini terdapat 69 warga Kota Kediri yang berada di Tanah Suci. Mereka merupakan jemaah umrah yang berangkat mulai 23 hingga 28 Februari.
Bagi yang seperti itu, Basyar meminta tenang. Meskipun terpaksa belum bisa pulang karena penerbangan tidak ada.
“Yang jelas Pemerintah menjamin mereka,” tegasnya.
Apalagi, tidak semua maskapai menghentikan penerbangan dari dan ke Timur Tengah. Maskapai dari Indonesia masih beroperasi. Masih bisa mengangkut pulang para jemaah umrah untuk beberapa hari ke depan.
“Travel agent yang memberangkatkan juga harus andil dalam pengawasan jemaahnya,” tegasnya.
Selain itu, juga ada 69 jemaah umrah asal Kabupaten Kediri yang masih berada di Arab Saudi. Data itu yang tercatat di Kantor Kemenhaj Kabupaten Kediri.
“Saya belum memastikan apakah mereka sudah waktunya pulang atau belum. Yang jelas itu jemaah kabupaten yang sedang melaksanakan umrah,” jelas Kakan Kemenhaj Abdul Kholiq Nawawi.
Sama seperti Basyar, Abdul Kholiq juga menyampaikan kementeriannya meminta agar travel dan biro umrah mempertimbangkan penundaan keberangkatan. Hingga suasana lebih stabil. Sedangkan yang masih ada di Tanah Suci diminta untuk tenang dan berkoordinasi dengan perwakilan Pemerintah Indonesia di sana.
Tak hanya jemaah umrah, berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Kediri, ada puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di Arab Saudi dan sekitarnya. Karena itu, pemerintah daerah mengimbau agar mereka tenang. Serta selalu berkoordinasi dengan kedutaan.
“Mereka sekarang berada di negara (tempat bekerja) masing-masing. Kami minta seluruh PMI asal Kabupaten Kediri mengikuti protokol keamanan yang ditetapkan KBRI maupun otoritas setempat,” kata Kadisnaker Kabupaten Kediri Ibnu Imad.
Berdasarkan data yang ada, ada 71 PMI yang berada di wilayah itu. Jumlah itu merupakan gabungan yang berangkat pada 2024 sebanyak 55 orang dan tahun lalu sebanyak 16 orang. Terbanyak ada di Qatar sejumlah 40 orang, Arab Saudi 11 orang, di Turki 16 orang, serta di Uni Emirat Arab 4 orang.
“Kalau ada instruksi resmi, kami siap membantu. Misalnya penjemputan di Juanda. Untuk saat ini kami menunggu perkembangan dan tindak lanjut dari Pemerintah Pusat maupun pemerintah setempat di lokasi,” imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi, suasana sebenarnya masih kondusif. Khususnya di Makkah dan Madinah, lokasi ibadah umrah.
“Kalau di sini sekarang situasinya seperti tidak terjadi apa-apa. Semua berjalan seperti biasa,” terang Zaki Zamani, penyedia jasa perjalanan umrah Jennaty, yang kemarin berada di Makkah.
Menurut Zaki, dia membawa rombongan yang berisi 13 orang terbang ke Arab Saudi pada 28 Februari. Tepat ketika konflik Iran-Amerika Serikat pecah.
Hanya saja, penerbangan sejumlah maskapai Timur-Tengah seperti Qatar Airways, Emirates, dan Etihad Airways saat ini dihentikan. Hal itu yang rentan memicu kepanikan jemaah.
“Kalau dari penerbangan Indonesia yang direct ke Saudi pakai maskapai seperti Lion Air atau Garuda, itu sampai dengan sekarang belum ada yang di-cancel. Karena memang rutenya tidak melewati langit mereka (negara dengan pangkalan udara AS, Red),” beber Zaki, yang yakin tetap pulang sesuai jadwal, sekitar 12 Maret mendatang. (ais/sad/fud)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita