KEDIRI, JP Radar Kediri– Persiapan terus dimatangkan Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo menjelang musim giling tahun 2026.
Sebagai bentuk syukur sekaligus permohonan doa agar operasional berjalan lancar, pabrik gula di bawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) ini menggelar Selamatan Giling Tebu Contoh atau Analisa Pendahuluan, Jumat sore (27/2).
Acara yang dipusatkan di Kantor QA On Farm, kawasan Galuhan, Kecamatan Kandat tersebut berlangsung khidmat.
Sejumlah jajaran manajemen, karyawan, hingga tokoh masyarakat setempat hadir memenuhi lokasi acara sejak pukul 16.30 WIB.
General Manager (GM) PG Ngadiredjo, Wayan Mei Purwono, mengungkapkan bahwa tradisi selamatan ini merupakan agenda penting.
Bukan sekadar seremonial. Melainkan simbol dimulainya tahapan teknis untuk menentukan kualitas tebu sebelum masuk ke meja giling.
“Selamatan Tebu Contoh ini adalah langkah awal kita melakukan analisa pendahuluan. Melalui proses ini, kita bisa memetakan tingkat kemanisan (rendemen) tebu di wilayah kerja kami. Sehingga persiapan giling 2026 nanti bisa lebih terukur dan maksimal,” ujar Wayan.
Menurut Wayan, tantangan industri gula di tahun 2026 menuntut akurasi data yang tinggi sejak dari lahan (on farm).
Dengan analisa yang tepat di laboratorium QA On Farm Galuhan, diharapkan sinergi antara pabrik dan petani semakin kuat. Demi mencapai target produksi yang telah ditetapkan.
Tak hanya fokus pada aspek teknis dan operasional, PG Ngadiredjo juga menunjukkan kepedulian sosialnya.
Di sela-sela acara, manajemen menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim piatu dari lingkungan sekitar perusahaan.
“Kami ingin memulai musim ini dengan keberkahan. Dengan berbagi bersama anak-anak yatim, kami berharap seluruh proses giling tahun ini diberi kelancaran, keselamatan kerja bagi seluruh karyawan, dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat Kediri,” pungkasnya. (ik4/tar)