Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Selama Ramadhan Kelompok B3 di Kota Kediri Tetap Dapat MBG Menu Basah

Ayu Ismawati • Jumat, 27 Februari 2026 | 04:00 WIB

Kader TPK di Kota Kediri menyalurkan MBG kepada balita non-PAUD. Penyaluran MBG dari beberapa SPPG tetap berjalan meski libur sekolah.
Kader TPK di Kota Kediri menyalurkan MBG kepada balita non-PAUD. Penyaluran MBG dari beberapa SPPG tetap berjalan meski libur sekolah.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) dalam bentuk menu kering tidak berlaku bagi semua penerima manfaat.

Untuk kelompok rentan ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan anak di bawah lima tahun (balita), paket MBG tetap disalurkan dalam bentuk menu basah.

Kelompok ini biasa diidentifikasi dengan istilah B3. Singkatan dari bumil, busui, dan balita. Di Kota Kediri jumlah B3 yang jadi penerima manfaat MBG jumlahnya ribuan orang.

“Kurang lebih masih sama seperti sebelum Ramadan. Tetap makanan basah siap santap gitu. Masih lumayan enak-lah,” aku Ira, warga Mojoroto yang memiliki anak usia empat tahun.

Aturan penyaluran MBG selama bulan puasa bagi kelompok 3B itu berbeda dengan pelajar. Selama bulan puasa, MBG di sekolah disalurkan dalam bentuk menu kering.

Selain itu, pengiriman juga tidak boleh dirapel. Hanya, hingga kemarin masih terdapat beberapa sekolah yang menerima MBG rapelan. Satu kali pengiriman untuk tiga hari hingga Sabtu (28/2) nanti.

“Hari ini anak saya dapat MBG untuk jatah tiga hari. Dapat satu nanas utuh sama dua jeruk. Terus dua telur sama pentol, dua susu kotak sama satu sari kacang hijau, sama dua roti satu puding,” beber Nia, wali siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Mekanisme penyaluran MBG selama Ramadan itu sebelumnya disampaikan oleh Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kota Vicky Yusuf Imron.

Menurutnya, untuk penerima manfaat kelompok rentan 3B, MBG tetap disalurkan dengan kombinasi menu basah dan kering.

“Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita itu selama Ramadan tetap pakai menu basah dan kering. Mekanismenya seperti itu,” ungkap Vicky.

MBG pun tetap disalurkan sesuai jatah. Yakni, enam hari dalam seminggu dengan anggaran Rp 10 ribu.

Di Kota Kediri, hingga saat ini ada 5.074 penerima manfaat MBG kategori 3B. Terdiri dari 720 bumil, 493 busui, serta 3.861 balita.

Baca Juga: Kiai Marzuqi Mustamar Tolak Penggunaan Dana Zakat untuk MBG: Ini Penjelasan Lengkapnya

Sebelumnya diberitakan, penyaluran menu MBG Ramadan menuai protes secara luas. Mayoritas menyoal tentang menu yang dianggap tidak sesuai dengan harga yang seharusnya. Selebihnya, mereka juga menyoal kandungan gizi paket makanan yang diterima.

Temuan gelombang protes itu tak hanya ditemui di Kota Kediri. Tetapi juga di Kabupaten Kediri dan berbagai wilayah lainnya.

Menu kering MBG yang dianggap ala kadarnya juga mendorong beberapa wali siswa usul agar MBG Ramadan dirapel untuk beberapa hari.

Namun, usulan itu terbantahkan dengan aturan baru dari pemerintah pusat yang melarang MBG disalurkan dengan mekanisme dirapel.         

“Dari arahan terakhir itu sebenarnya rapelan tidak boleh. Cuma memang baru diinformasikan kemarin (24/2). Sebelumnya dari surat edaran itu menjelaskan (rapelan) paket maksimal itu 3 hari. Terus dari pimpinan kami menegaskan harus dikirimkan setiap hari, tanpa ada paket rapelan,” tandas Vicky terkait aturan yang sedianya mulai berlaku sejak kemarin. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#Mbg #kelompok b3 #kelompok rentan #menu makanan #ramadan