KEDIRI, JP Radar Kediri- Perjuangan Anang Soetomo mendapatkan kepastian gender mendekati akhir.
Kemarin, pria penderita sexual ambiguity ini kembali menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri (RSKK).
Operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan pemuda yang saat kecil dianggap lahir berjenis kelamin perempuan itu.
Yaitu, adanya kebocoran di area genitalnya. Berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, operasi berlangsung relatif lancar.
Kondisi Anang juga bagus. Sudah membaik setelah menjalani operasi sekitar pukul 10.00 kemarin.
“Sudah dilakukan tindakan (operasi, Red). Sekarang posisi masih di ruang pulih sadar,” terang Wakil Direktur Pelayanan RSKK Binti Ratna Khosiyatin. Perkataan Binti itu keluar ketika dikonfirmasi sekitar pukul 15.00.
Sementara itu, sebelum operasi, secara mental kondisi Anang sangat bagus. Dia juga masih membalas pertanyaan yang disampaikan JP Radar Kediri.
Anang masuk rumah sakit sejak Minggu (22/2), sebagai persiapan jelang operasi. Dari rumahnya di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, dia dijemput ambulans milik PDI Perjuangan.
“Berangkat dari rumah jam setengah tiga sore (pukul 14.30, Red),” tulis Anang melalui pesan WhatsApp.
Begitu tiba, Anang segera masuk kamar rawat inap. Oleh tim medis dia dipasangi infus.
Serta menjalani serangkaian pemeriksaan pra-operasi. Menurut cerita Anang, dia sudah diminta tidak memakan apapun sejak pukul 23.00.
“Disuruh puasa jam sebelas malam (pukul 23.00) sampai sekarang (kemarin siang, Red),” jelasnya, ketika ditanya sebelum menjalani operasi.
Anang mengaku tak waswas menunggu operasi, yang berlangsung mulai pukul 10.00 itu. Alasannya, dia sudah terbiasa dengan serangkaian operasi yang dia jalani selama ini.
Terlebih, pelayanan di RSKK sangat baik. Menurut Anang mulai perawat hingga dokter melayaninya dengan ramah.
Apalagi, dokter yang menangani, dr Dodo Wikanto, adalah dokter yang mengoperasinya sebelum ini. “Ini rileks pol, sudah nggak ada takut-takutnya sama sekali,” akunya.
Anang adalah penderita sexual ambiquity asal Kediri. Saat kecil dianggap perempuan dengan nama Ani Kasanah.
Kondisinya itu baru ketahuan pada 2015. Anang pun harus menjalani operasi di RS Dr Soetomo Surabaya dalam kurun waktu 2015 hingga 2016.
Saat operasi pertama Anang jelas memiliki kromosom 46 XY. Hal itu menegaskan bahwa dia adalah lelaki.
Sayang, operasi tahap ketiga terhenti selama empat tahun. Baru pada 2021 dia kembali ke meja operasi.
Operasi terakhir itulah yang berlangsung di RSKK. Dan ditangani oleh dokter yang sama seperti yang menanganinya saat ini. Sebelum akhirnya merasakan keluhan kebocoran di area genital.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri