KEDIRI, JP Radar Kediri- Tumpukan ranting dan batang pohon bercampur sampah menggunung di kaki Jembatan Lama.
Untuk memastikan struktur jembatan tidak rusak, Pemkot Kediri bersama Perum Jasa Tirta (PJT) melakukan aksi bersih-bersih kemarin (18/2).
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sejumlah personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turun ke kaki jembatan. Memakai pelampung, mereka langsung membersihkan tumpukan kayu dan sampah di kaki jembatan.
Tumpukan sampah paling banyak ditemui di kaki jembatan sisi barat. Di sana, tumpukan kayu, bambu, dan lumpur membentuk sedimen dan memanjang hingga sekitar 10 meter.
Termasuk sebuah batang pohon sepanjang lebih dari 3 meter yang tersangkut di antara rumpun bambu dan ranting.
Sampah-sampah itu terbawa arus sungai dari hulu hingga tersangkut di kaki jembatan yang tersusun dari struktur besi tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Ariyanto mengatakan, sesuai rekomendasi Perum Jasa Tirta, pembersihan dilakukan dengan memotong sedikit demi sedikit bambu dan batang pohon yang tersangkut di kaki jembatan.
“Nanti di Mrican diangkat (sampahnya) oleh PJT karena alatnya (pengangkut sampah) di sana,” ungkap Joko.
Dalam pembersihan kemarin, pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan. Sebab, arus sungai kemarin cukup deras. Penjagaan oleh tim dari BPBD Kota Kediri itu juga dilakukan dengan menyiagakan perahu di sekitar Jembatan Lama. “Arusnya memang agak deras tapi masih dalam taraf aman,” terangnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh menyebut, pembersihan sampah di Jembatan Lama juga menyikapi arahan Kementerian Dalam Negeri terkait Gerakan Nasional Indonesia ASRI.
“Ini juga upaya kami menjaga cagar budaya Jembatan Lama ini,” kata Indun sembari menyebut ada sekitar 40 personel yang kemarin dikerahkan.
Diakui Indun, sampah yang tersangkut di kaki Jembatan Lama kerap meningkat setiap musim hujan.
Terutama sampah batang pohon dan bambu atau barongan yang banyak hanyut dan tersangkut di bawah Jembatan Lama.
“Pelaksanaan pembersihan kali ini kami lakukan secara manual. Kami mengurai barongan-barongan itu dan kemudian dialirkan ke Sungai Brantas,” sambung Indun.
Pembersihan secara manual menurutnya juga karena faktor keterbatasan alat berat. Selain itu, dengan kondisi jembatan yang berstatus cagar budaya nasional, penggunaan alat berat juga sangat diawasi.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Andhika Attar Anindita