Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penuh Lubang, Jalan Imam Bonjol Rusak Parah! Dinas PUPR Kota Kediri Mulai Perbaiki Pekan Depan

Ayu Ismawati • Kamis, 19 Februari 2026 | 00:25 WIB

 

BERBAHAYA: Warga melintas di Jl Imam Bonjol Kota Kediri yang dipenuhi dengan lubang. Dinas PUPR Kota Kediri berencana memperbaikinya pekan depan.
BERBAHAYA: Warga melintas di Jl Imam Bonjol Kota Kediri yang dipenuhi dengan lubang. Dinas PUPR Kota Kediri berencana memperbaikinya pekan depan.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Peralihan status jalan dari nasional menjadi jalan daerah membuat Pemkot Kediri ketiban sampur.

Daerah harus memperbaiki jalan berlubang dan rusak parah karena dilalui kendaraan-kendaraan bertonase besar. Di antaranya Jl Imam Bonjol Kota Kediri.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, ruas jalan sepanjang 800 meter itu dipenuhi lubang dengan diameter bervariasi.

Ada yang lebih dari 30 sentimeter. Kedalaman lubang jalan juga beragam. Ada beberapa titik lubang yang ditutup kain agar tidak membahayakan pengendara.

Dari ratusan meter Jl Imam Bonjol, kerusakan paling parah ditemui di sekitar makam Selowarih. Sebelumnya akses jalan tersebut merupakan jalan nasional yang perbaikannya merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Selain Jl Imam Bonjol, ruas jalan nasional juga meliputi Jl Diponegoro, Jl Hasanudin, Jl Teuku Umar, Jl Letjen S. Parman, Jl MT Haryono, Jl Brigjend Katamso, serta Jl Mayor Bismo.

Namun, delapan ruas jalan tersebut kini downgrade atau turun kelas menjadi jalan daerah. Otomatis perbaikannya menjadi tanggung jawab Pemkot Kediri.

Terkait kerusakan jalan yang baru dilimpahkan oleh Pusat itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari mengatakan, pihaknya sudah memproses rencana perbaikan jalan.

“Ini sudah ditenderkan. Insya Allah besok (18/2) itu evaluasi. Jadi setelah penutupan (tender), langsung evaluasi. Begitu ada pemenangnya, kami kabari supaya segera mengurus jaminan pelaksanaan Kamis nanti (19/2),” ungkap Endang.

Dengan proses tersebut, Endang berharap penandatanganan kontrak pelaksanaan perbaikan jalan sudah bisa dilakukan pekan ini. Selanjutnya, PUPR menjadwalkan perbaikan jalan sudah bisa dimulai di pekan depan.

“Yang bleeding-bleeding (rusak parah) nanti kami patching. Dibongkar. Terus diganti dengan agregat yang lebih besar, AC-BC (asphalt concrete- binder course), baru nanti diaspal ulang,” bebernya.

Proyek perbaikan jalan, terang Endang, akan meliputi dua paket pekerjaan karena sumber anggaran yang berbeda.

Yakni, bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Proyek pertama akan mencakup seluruh ruas Jl Imam Bonjol hingga simpang traffic light Kodim 0809 Kediri.

Sedangkan proyek yang sumber anggarannya dari DBHCHT akan dilaksanakan di Jl Hasanudin hingga Jl Teuku Umar. “Total anggaran semuanya kurang lebih sekitar Rp 5 miliar,” ungkapnya.

Lebih jauh Endang menjelaskan, dengan status jalan nasional, jalan di dalam Kota Kediri itu selama ini bebas dilalui kendaraan-kendaraan bertonase besar.

Dengan downgrade menjadi jalan kota, idealnya jalan tidak lagi dilalui kendaraan berat. “Lalu lintas kendaraan berat ini yang menimbulkan kerusakan jalan,” terang Endang.

Padahal, dengan efisiensi anggaran yang berlangsung sejak tahun lalu, kemampuan anggaran daerah sangat terbatas. Akibatnya, di beberapa ruas jalan mereka hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin saja.

“Karena belum ada jalan lingkarnya (sehingga masih banyak dilalui kendaraan berat, Red). Itu (8 ruas jalan) sudah di-downgrade menjadi jalan kota tetapi kendaraan beratnya tidak dialihkan. Harusnya kalau jalan kota tidak dilewati truk-truk besar itu,” sesal Endang.

Menghadapi dilema tersebut, Endang menegaskan PUPR akan memaksimalkan anggaran yang ada agar bisa tersalurkan dengan efektif.

Termasuk menyasar ruas-ruas jalan prioritas dengan kebutuhan perbaikan yang mendesak. “Juga kami maksimalkan di pemeliharaan jalan,” tandas Endang.

Yang membuat PUPR sedikit kesulitan, anggaran pemeliharaan rutin jalan tahun ini juga turun hingga 50 persen.

“Mungkin pada saat ini (anggaran pemeliharaan jalan rutin, Red) sekitar Rp 1 miliar untuk semua jalan,” papar Endang memastikan PUPR akan memaksimalkan dana tersebut untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#PUPR #jalan berlubang #jalan rusak #jalan imam bonjol #jalan nasional #dinas pupr