Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Komoditas Pasar di Kota Kediri Rentan Melambung Jelang Ramadhan, Disperdagin dan Polres Gelar Sidak

Ayu Ismawati • Kamis, 12 Februari 2026 | 21:46 WIB

Kepala Disperdagin Kota Kediri M. Ridwan, perwakilan Bapanas RI Puspa Dewi, dan Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif saat sidak bahan pangan di Pasar Setonobetek (12/2).
Kepala Disperdagin Kota Kediri M. Ridwan, perwakilan Bapanas RI Puspa Dewi, dan Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif saat sidak bahan pangan di Pasar Setonobetek (12/2).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Beberapa harga komoditas pangan mengalami lonjakan menjelang Ramadan kali ini. Beberapa di antaranya bahkan melebihi patokan harga eceran tertinggi (HET).

Salah satunya adalah minyak kemasan bermerek Minyakita. Komoditas milik Kementerian Perdagangan ini di pasaran masih banyak yang dijual seharga Rp 18.500 untuk kemasan satu liter. Padahal bila sesuai HET, seharusnya hanya seharga Rp 15.700.

Seperti yang terlihat di Pasar Bandar, Kota Kediri. Di tempat ini Minyakita kemasan pouch dan botol bervolume satu liter dijual Rp 18.500.

“Sekarang harganya Rp 18.500. Rata-rata juga selalu segitu,” aku Lina, warga Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, yang baru membeli produk tersebut dari salah satu pedagang kelontong di Pasar Bandar.

Bila dirunut, sejatinya harga dropping dari Bulog ke pengecer senilai Rp 14.500. Kemudian harga ecerannya tak boleh lebih mahal dari Rp 15.700.

Mengapa masih terjadi harga yang melebihi HET? Salah satunya adalah para pengecer tidak mendapat dropping langsung dari Bulog. Melainkan membeli dari distributor lain.

“Memang kami masih temukan kendala bahwa di pasar-pasar kecil belum ada dropping dari Bulog. Ini sifatnya teknis. Nanti kami komunikasikan dengan Bulog agar pasar kecil juga bisa dapat dropping Minyakita,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri M. Ridwan, di sela-sela sidak tim satuan tugas (satgas) pangan kemarin (12/2).

Ridwan menambahkan, pemkot akan memberi teguran tertulis bila menemui pedagang yang seperti itu.

Namun, mereka tetap memfasilitasi pedagang agar mendapat akses mendapatkan barang dengan harga sesuai ketentuan.

Kemarin, tim satgas pangan Kota Kediri melakukan sidak. Yang disasar adalah Pasar Bandar, Pasar Setonobetek, dan satu ritel modern.

Menariknya, saat ditanya tim sidak, para pedagang menyebut harga Minyakita masih sesuai HET.

Namun, tim justru mendapati beberapa penjual beras premium yang mematok harga di atas HET. Mereka menjual beras premium kemasan lima kilogram seharga 76 ribu.

Padahal, HET-nya adalah Rp 14.900 per kilogram atau Rp 74.500 per 5 kilogram.

“Tadi sudah kami beri teguran secara lisan. Dan nanti juga akan kami tindak lanjuti dengan teguran tertulis,” tegas Ridwan.

Selain itu, petugas juga masih menemukan beberapa produk yang tidak akurat beratnya saat ditimbang ulang. Di antaranya adalah gula curah.

“Ada sedikit pedagang yang menjual gula dengan berat di bawah standar. Kami sudah berikan teguran, dan harapannya tidak diulang kembali,” ungkap Ridwan.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengatakan, pihaknya akan ikut mengawasi harga dan stabilitas bahan pokok.

Meski beberapa komoditas naik harganya, namun hingga kemarin belum ada indikasi penimbunan stok maupun permainan harga oleh oknum tertentu.

“Apabila ada para oknum yang mempermainkan harga komoditi tertentu, maka akan kami tindak secara tegas,” ujarnya, ditemui di Pasar Setonobetek kemarin (12/2).

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga melakukan pemantauan bahan pangan di pasar tradisional. Di Kota Kediri, mereka menyasar Pasar Setonobetek untuk mengecek harga dan mutu bahan pangan. Hasilnya, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga.

"Harga stabil. Hanya satu, cabai rawit merah yang rada tinggi (harganya, Red)," ujar Kepala Sub Bagian Tata Usaha Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Puspa Dewi, ditemui di Pasar Setonobetek, Kamis (12/2).

Kenaikan harga cabai rawit yang sudah melebihi batas itu disinyalir karena faktor cuaca. Menyikapi itu, pihaknya akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menstabilkan harga.

"Langkah kami dengan GPM di berbagai tempat dan serentak dengan harga petani atau HET (harga eceran tertinggi, Red)," ungkapnya.

Sedangkan untuk komoditas lain seperti daging ayam, menurutnya harga mulai naik karena permintaan yang juga tinggi. "Mungkin banyak peminatnya seperti dari MBG (Makan Bergizi Gratis, Red)," pungkasnya. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : Andhika Attar Anindita
#ramadhan #disperdagin #sidak #Kasatreskrim #bahan pokok #polres kediri kota #komoditas pasar