JP Radar Kediri - Harga jagung pipil kering di pasar tradisional dan warung kelontong belum juga stabil. Pada minggu pertama Februari, harga komoditas tersebut terpantau mencapai Rp 7.500 hingga Rp 8 ribu per kilogram (kg). Harga tersebut di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 7.500 per kg.
Suminah, salah satu pedagang di Pasar Pagu menuturkan, kenaikan harga ini sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. “Harganya sekitar Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu untuk yang kualitas besar-besar,” ungkapnya.
Kondisi serupa terjadi di Pasar Gringging, Kecamatan Grogol. Anik yang juga pedagang di sana menyebut harga jagung yang dijual saat ini tertahan di angka Rp 7.500 per kg.
Baca Juga: Harga Jagung Ikut Jadi Pemicu Naiknya Harga Daging Ayam dan Telur Ayam
Menyanggapi hal tersebut, Analis Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Hary Mulyanto membenarkan, harga jagung saat ini memang fluktuatif. Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh tingginya permintaan pakan ternak.
“Jagung banyak terserap sebagai pakan ternak. Padahal, tingkat konsumsi jagung per orang di masyarakat tergolong kecil, yakni diperkirakan hanya 0,13 kg per bulan,” jelas Hary.
Selain jagung, pihak DKPP belum mendeteksi adanya bahan pokok lain yang rawan mengalami kenaikan harga signifikan menjelang Ramadhan. Stok untuk kebutuhan bulanan diprediksi masih mencukupi dari hasil produksi lokal.
Baca Juga: Desa Kedungmalang Papar Kediri Jadi Langganan Riset Pertanian Jagung, Kok Bisa?
Untuk memastikan kestabilan pasokan dan harga bahan pokok menjelang bulan puasa, DKPP akan melakukan pemantauan ketat di lapangan. Selain berkolaborasi dengan dinas terkait, langkah antisipasi juga akan dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah serta sidak bersama Tim Satgas Pangan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian