KEDIRI, JP Radar Kediri- Harga cabai rawit di Pasar Induk Pare terus meroket. Salah satunya disebabkan pasokan lombok yang menipis. Pedagang mengaku kesulitan mendapatkan barang dari petani.
Pasalnya, beberapa petani terkendala dengan cuaca ekstrem yang membuat tanaman cabai terkena penyakit.
Untuk cabai rawit merah jenis Brengos 99 dan Asmoro 043 harganya mencapai Rp 75 ribu.
“Ini harga di pasar induk. Di pedagang atau pasar kecil bisa lebih tinggi,” jelas Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri Suyono.
Berikutnya disusul dengan cabai rawit merah lokal kediri dengan harga Rp 73 ribu.
Lalu, beberapa cabai rawit lainnya juga diatas Rp 60 ribu. Menurut Yono, adanya harga cabai yang tinggi ini dikarenakan stok cabai yang menipis.
Hal itu dikarenakan produktivitas petani menurun. Sehingga, pedagang pasar induk juga kesulitan mendapatkan pasokan cabai. “Penyakit jadi mudah menyerang,” jelas Yono.
Tidak hanya itu, hama juga banyak yang menyerang. Selain itu, curah hujan tinggi menyebabkan tanaman cabai busuk pada batang.
Pasalnya, pohon cabai tidak bisa tahan lama ketika terendam air lama.
Selain itu, menurutnya, saat ini permintaan juga sedang naik.
Walau demikian, Yono memastikan bahwa stok untuk Kediri Raya masih aman.
“Kalau produksi di Kediri selalu surplus. Tidak pernah defisit,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita