Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Produksi Melimpah, Surplus Beras di Kediri Tembus 40 Ribu Ton

Diana Yunita Sari • Rabu, 4 Februari 2026 | 23:04 WIB
Pedagang menimbang beras di Pasar Sumberejo (Diana Yunita Sari/JPRK)
Pedagang menimbang beras di Pasar Sumberejo (Diana Yunita Sari/JPRK)

JP Radar Kediri- Kabupaten Kediri mencatat capaian positif di sektor ketahanan pangan. Data terbaru menunjukkan, kondisi surplus terutama pada komoditas beras.

Pada Januari ini, surplus beras di Bumi Panjalu telah menembus angka 40 ribu ton. Ini menandakan ketersediaan yang sangat melimpah.

Berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, total ketersediaan beras hingga Januari 2026 mencapai 51.083,5 ton.

Angka ini jauh melampaui total kebutuhan masyarakat setempat yang diperkirakan sebesar 10.768,5 ton.

Dengan demikian, diperoleh surplus bersih sebesar 40.315 ton, yang didorong siklus panen yang meningkat sejak awal tahun.

Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Hary Mulyanto, mengungkapkan faktor di balik surplus tersebut.

“Peningkatan produksi pada Januari dan masih adanya stok tersisa di penggilingan besar serta di gudang Bulog menjadi penyebab utama surplus ini,” jelasnya.

 Baca Juga: Kejar Target Perolehan Beras, Pemkab Kediri Lakukan Langkah Strategis

Hary memproyeksikan kondisi yang sangat aman hingga akhir 2026 ini. Prediksi ini didasari oleh rata-rata surplus bulanan yang diperkirakan stabil antara 32 ribu hingga 40 ribu ton.

Bahkan, saat memasuki periode Lebaran, produksi diperkirakan akan memuncak mencapai 46 ribu hingga 50 ribu ton.

“Dengan tren produktivitas saat ini, stok dipastikan mencukupi hingga akhir tahun. Meski ada kemungkinan fluktuasi karena faktor musim, cadangan di penggilingan dan Bulog yang melimpah akan menjaga stabilitas,” tegas Hary.

Surplus yang berkelanjutan ini telah berpengaruh terhadap harga di pasar. Harga beras medium di Kediri tercatat turun menjadi Rp 12.500–Rp 13.000 per kilogram, atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp 13.500.

Pemerintah pun memastikan bahwa melimpahnya pasokan tidak akan mengganggu stabilitas harga di tingkat petani.

Hary menambahkan, “Meski pasokan tinggi, harga gabah di tingkat petani tetap terlindungi melalui skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen,' ujarnya.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #harga beras #kediri #pasokan beras #pasokan beras aman #beras #bulog #Harga Beras 2026