Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Banyak Pom Mini Mobil Indostation di Kediri Tutup sejak Akhir 2025, Ternyata Ini Penyebabnya

Diana Yunita Sari • Rabu, 4 Februari 2026 | 23:21 WIB
Petugas pom menempelkan pemberitahuan BBM yang tidak ada stok (Diana Yunita Sari/JPRK)
Petugas pom menempelkan pemberitahuan BBM yang tidak ada stok (Diana Yunita Sari/JPRK)

JP Radar Kediri– Konsumen Mobil Indostation di Kediri mengeluhkan banyaknya pom mini yang tutup sejak akhir tahun 2025. Penutupan itu disebabkan karena persediaan bahan bakar yang semakin minim. 

“Sejak tutup saya tidak ada pilihan lagi selain ke Pertamina,” ungkap Liya, konsumen asal Kecamatan Pagu. Salah satu pom Mobil Indostation ada di Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah. Di sana sudah lama berhenti beroperasi. 

Silvi, operator pom bahan bakar Mobil Indostation asal Desa Besuk, Kecamatan Gurah menuturkan bahwa stok bahan bakarnya memang tidak lagi dikirim sejak awal Desember 2025.

“Kosong sejak Desember, sama sekali tidak ada lagi BBM-nya. Kabar yang saya dengar, saat ini, masih menunggu ACC (persetujuan) dari pemerintah, baru nanti stok akan dikirim kembali,” jelasnya.

Silvi mengaku banyak warga yang kecele saat hendak mengisi BBM di tempatnya karena stok kosong.

Menurut Silvi, pom yang masih memiliki stok adalah Kelurahan/Kecamatan Pesantren; Desa Gayam, Kecamatan Kepung; atau Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare.

“Informasinya, Februari besok mulai normal lagi. Tapi ya tidak tahu pastinya bagaimana,” lanjut Silvi.

Kondisi serupa dialami Ulung, operator SPBU di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem. Di tempatnya, kekosongan BBM terjadi jauh lebih lama, yakni sejak September 2025.

“Penjualan terakhir itu di tanggal 22 September. Sampai saat ini masih kosong. Biasanya ada pengalihan stok kalau SPBU lain seperti di Pesantren penuh, dialihkan ke sini. Tapi itu sudah lama tidak ada lagi,” ungkap pria asal Desa Tengger, Kecamatan Pagu ini.

Ulung menceritakan, sebelum stok langka, gerai yang ia jaga pernah mencatatkan penjualan tinggi. Terutama saat muncul isu BBM Pertamina membuat mesin motor brebet. Penjualannya mampu menyentuh angka 749 liter dalam sehari.

Kini, karena stok bahan bakar minyaknya kosong, gerai pom Mobil Indostation hanya melayani jasa pembelian dan ganti oli saja.

Sistem kerja para pegawai pun otomatis berubah. Dari yang sebelumnya dua sif, kini dipangkas menjadi satu sif dengan jadwal masuk bergantian. Ada yang masuk tiga hari sekali, ada pula yang sehari sekali.

“Masuknya sekarang sebulan hanya 15 hari. Gajinya tentu berbeda dari biasanya,” aku Ulung.

Jika biasanya mereka menerima gaji di atas Rp 1 juta, kini mereka hanya menerima separuhnya, yakni sekitar Rp 500 ribu. Para pekerja sangat berharap kondisi distribusi BBM bisa segera normal agar penghasilan mereka kembali stabil.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #kediri #RON 92 #bahan bakar mintak #Indostation Mobil #bbm #bahan bakar minyak (bbm) #BBM Swasta #mobil #Mobil Indostation