KEDIRI, JP Radar Kediri-Human Immunodeficiency Virus (HIV) tak hanya jadi ancaman bagi orang dewasa. Anak muda atau remaja juga tak luput dari ancaman virus yang menyerang kekebalan tubuh itu.
Dari ratusan penderita baru yang ditemukan selama 2025 lalu, 11 di antaranya merupakan remaja usia 15-19 tahun.
Informasi yang dihimpun koran ini, selama Januari – Desember 2025 lalu ditemukan 243 kasus HIV baru di Kota Kediri. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya merupakan remaja usia sekolah dan kuliah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Supriyanto mengatakan, kasus HIV memang lebih banyak ditemui di usia produktif.
Termasuk di rentang usia 25 – 29 tahun yang menjadi kelompok usia dengan temuan kasus HIV paling banyak di Kota Kediri.
“Karena usia-usia segitu kan masih senang-senangnya bergaul. Termasuk dari kelompok berisiko seperti komunitas LSL (lelaki seks dengan lelaki, Red) juga kebanyakan dari usia ini,” ungkap Hendik.
Terkait banyaknya remaja yang terjangkit HIV, menurut Hendik terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya aktivitas seksual berisiko yang sudah dilakukan sejak masih duduk di bangku SMP. Atau, di rentang usia sekitar 15 tahun.
“Kalau misalnya di bawah 10 tahun itu masih ditoleransi. Karena rata-rata bisa jadi tertular dari orang tua (melalui cairan vagina saat lahir atau ASI, Red) tapi baru muncul di usia segitu. Karena kalau anak usia di bawah 10 tahun kan kecil kemungkinan melakukan aktivitas yang berisiko,” beber Hendik.
Terkait anak-anak penderita HIV, Hendik mengatakan pendampingan juga dilakukan untuk mengawal proses pengobatannya. Di antaranya melalui pendamping orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang akan turun mengawal pengobatannya.
Seperti diberitakan, penyebaran kasus infeksi HIV di Kota Kediri masih relatif tinggi. Tiap tahun, rata-rata ada 200 kasus baru yang ditemukan.
Seperti pada 2024 lalu, pihaknya mendata temuan kasus baru HIV mencapai 260 orang. Sedangkan pada 2023, temuan HIV di Kota Kediri sebanyak 234 kasus. Dengan catatan temuan kasus tertinggi pada 2022 lalu yang mencapai 275 kasus.
Meski demikian, tak semua kasus itu merupakan warga Kota Kediri. Melainkan juga disumbang dari warga luar kota. Mereka terdeteksi HIV saat menjalani pengobatan di layanan kesehatan Kota Kediri. (ais/ut)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Andhika Attar Anindita