Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dinkes Kota Kediri Temukan 1.600 Kasus TBC Selama 2025, Tahun Ini akan Masifkan Penelusuran

Ayu Ismawati • Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:45 WIB

 

Pengendara motor ketika melintas di Jembatan Brawijaya. Pemakaian masker bisa mencegah penularan TBC maupun penyakit gangguan pernapasan lainnya.
Pengendara motor ketika melintas di Jembatan Brawijaya. Pemakaian masker bisa mencegah penularan TBC maupun penyakit gangguan pernapasan lainnya.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi fokus pengendalian Dinas Kesehatan Kota Kediri. Pasalnya, selama 2025 lalu ada lebih dari 1.600 temuan kasus TBC di Kota Kediri.

Peningkatan kasus diperkirakan masih terus terjadi di tahun ini. Sebab, mereka kian menggencarkan penelusuran di lapangan.

Data yang dihimpun koran ini, hingga 16 Desember 2025, total ada 1.637 orang yang menderita TBC di Kota Kediri.

Temuan tersebut melampaui target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan untuk Kota Kediri sebanyak 1.528 kasus.

“Di antaranya juga kami temukan kasus TB RO (Resisten Obat) sebanyak 11 orang. Ini yang membutuhkan waktu pengobatan lebih lama,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Supriyanto.

Meski ada lebih dari 1.500 kasus, menurut Hendik tidak semuanya merupakan warga Kota Kediri. Melainkan, sebagian merupakan pasien dari luar kota yang mengakses fasilitas kesehatan di Kota Kediri.

“Kira-kira 50 persennya berasal dari luar kota. Jadi karena temuannya di sini, masuk data sini juga,” sambungnya.

Meski temuan kasus selama 2025 terbilang masih tinggi, menurutnya masih tak lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pada 2024 lalu, pihaknya mencatat lebih dari 1.800 kasus TBC yang ditemukan.

Penurunan kasus tersebut menurutnya terkait dengan program percepatan penemuan kasus TBC dari Kementerian Kesehatan.

“Jadi menuju eliminasi TBC tahun 2030, artinya jumlah kasus TBC sudah harus menurun banyak. Itu mengharuskan setiap tahun bisa ditemukan kasus sebanyak-banyaknya. Kemudian diobati, supaya angkanya terus menurun,” beber Hendik.

Baca Juga: Enam Warga Binaan Lapas Kediri Positif Terkena TBC, Petugas Masukkan ke Kamar Isolasi

Melihat tren temuan yang masih tinggi, Hendik memperkirakan target temuan di 2026 ini belum berbeda jauh dari tahun 2025 lalu.

Hanya saja, rata-rata ada kecenderungan target yang menurun. Imbas kasus yang sudah banyak terungkap di tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau tidak menetapkan target temuan untuk mempercepat pengobatannya sampai sembuh, ya nanti TBC akan meningkat terus, tapi tidak terdeteksi karena tidak dicari. Setiap hari dia akan terus menularkan ke orang lain,” terangnya tentang alasan pemerintah fokus menemukan kasus penyakit yang menular melalui droplet atau percikan ludah itu.

Untuk mempercepat temuan kasus, tahun ini dinkes akan menguatkan jaringan layanan. Tujuannya agar setiap kasus TBC bisa segera terlaporkan dan ditangani sesuai prosedur.

“Kami kerja sama dengan layanan kesehatan termasuk dokter praktik mandiri seperti di klinik atau rumah sakit. Jadi nanti, temuan kasus tidak hanya dari puskesmas saja, tapi dari rumah sakit dan klinik juga dengan nanti melapor ke puskesmas,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng komunitas dan yayasan yang bergerak dalam penanganan TBC.

Komunitas itu juga melatih kader-kader di setiap kelurahan. Dengan begitu, penjangkauan dan penanganan TBC bisa lebih maksimal. 

“Mereka juga membantu bergerak ke masyarakat untuk menemukan kasus baru, kemudian mendampingi proses pengobatan, memberi edukasi kepada masyarakat, juga melakukan investigasi kontak,” papar Hendik. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#dinas kesehatan #dinkes kota kediri #TBC #tuberkulosis #Eliminasi TBC 2030