Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ratusan Warga Kota Kediri Alami Depresi Akut, Dinsos Klaim Kasus ODGJ Mengalami Penurunan selama 2025

Ayu Ismawati • Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:47 WIB
Ilustrasi ODGJ di RSBL Butuh, Kras, ketika mengikuti terapi musik pada Oktober 2025 lalu.
Ilustrasi ODGJ di RSBL Butuh, Kras, ketika mengikuti terapi musik pada Oktober 2025 lalu.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri-Jika kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat di Kabupaten Kediri menunjukkan tren peningkatan, lain halnya di Kota Kediri.

Berdasar data Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri, kasus ODGJ akut yang ditangani dinsos justru turun.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, kasus akumulatif ODGJ selama 2025 memang lebih rendah dibanding tahun 2024 lalu.

Padahal, beberapa tahun sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyebutkan Kota Kediri sebagai salah satu daerah dengan kasus ODGJ yang cukup tinggi.

“Selama 2025 kami mencatat kasus ODGJ di Kota Kediri ada 636 jiwa,” ujar Imam.

Sedangkan pada 2024 lalu, jumlah ODGJ mencapai 723 jiwa. Sehingga, tahun 2025 lalu ada penurunan hingga 87 orang. Namun, penurunan itu bukan karena pasien dinyatakan sembuh total.

“Berkurangnya karena ada yang meninggal, dan ada yang diajak pindah domisili oleh keluarganya di luar Kota Kediri,” bebernya.

Lebih jauh Imam menegaskan, ratusan kasus ODGJ itu mayoritas diderita laki-laki. Dengan total 403 jiwa. Kemudian perempuan sebanyak 233 jiwa.

Jumlahnya pun tersebar di hampir seluruh kelurahan di Kota Kediri. Dengan temuan paling banyak di Kelurahan Singonegaran.

“Data ini kami dapat laporan seluruh PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Red) ke masing-masing kelurahan. Supaya nanti kami bisa melakukan penanganan yang dibutuhkan seperti apa,” jelas Imam.

Termasuk di antaranya memberi opsi rehabilitasi untuk penderita ODGJ akut. Hingga saat ini, perujukan ODGJ dari Kota Kediri masih diarahkan ke panti rehabilitasi milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang berada di luar kota.

Salah satunya di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Kediri.

“Di luar itu kami hanya punya shelter. Karena itu hanya penampungan sementara, belum sampai rehabilitasi. Jadi yang di sana juga datang silih berganti,” terang Imam sembari menyebut, sejauh ini shelter yang berada di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota itu, pernah menampung sampai 12 orang di satu waktu, dengan kapasitas maksimal yang bisa ditampung mencapai 18 orang.          

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#dinsos kota kediri #kesehatan mental #gangguan jiwa #odgj #RSBL #orang dengan gangguan jiwa #dinsos #rehabilitasi sosial