KEDIRI, JP Radar Kediri– Kemunculan kawanan burung di daerah kediri memicu perhatian. Diketahui kawanan ini berasal dari Rusia, China, dan wilayah utara lainnya sedang mengalami musim dingin.
Saat suhu turun, sumber makanan menjadi sulit ditemukan, sehingga kawanan burung melakukan migrasi ke daerah tropis, salah satunya adalah kediri. Dan dari ribuan burung yang bermigrasi itu ada jenis burung berkik yang juga ikut mampir di Kediri.
Baca Juga: Burung dari Rusia dan China Migrasi ke Kediri, BBKSDA Imbau Masyarakat Tak Lakukan Perburuan
Burung berkik yang bermigrasi ke kediri merujuk ke burung-burung snipe dari genus Gallinago, seperti berkik rawa dan berkik ekor-kipas. Berkik merupakan burung yang memiliki habitat di lahan basah dari padang rumput basah sampai ladang pertanian baik yang tergenang maupun kering.
Ciri tubuhnya yang khas adalah berukuran sedang dengan paruhnya yang panjang. Paruh inilah yang digunakan untuk mencari makanan di dalam tanah berlumpur. Sebagian besar makanannya berasal dari hewan-hewan yang hidup di dalam tanah seperti, cacing tanah, larva serangga, dan lainnya. Selain itu mereka juga memakan udang-udangan dan serangga air atau darat lainnya. Selain itu, berkik memiliki kaki yang pendek untuk memudahkan mereka bergerak di dalam lumpur
Berkik ekor-kipas biasanya sulit terlihat karena sering bersembunyi di alang-alang, lalu tiba-tiba terbang saat terkejut. Berkik jenis ini, memiliki ciri yang unik dengan mengeluarkan suara serak saat terbang. Untuk menarik pasangannya, ia akan terbang tinggi, membungkuk, dan memunculkan suara bergetar seperti mengembik.
Di sisi lain, ada Berkik Rawa yang seperti penyamar. Burung ini jauh lebih sulit dibedakan karena sifatnya yang pendiam dan jarang bersuara saat terbang. Dibandingkan kerabatnya, Berkik Rawa memiliki warna bulu yang lebih gelap dan kaya warna, menjadikannya salah satu subjek foto yang menantang bagi para fotografer alam. Berkik rawa diketahui lebih sering singgah di Pulau Jawa Lho!
Kemunculan burung berkik di Kediri merupakan fenomena yang indah. Dengan singgahnya burung berkik, maka dapat diketahui bahwa siklus migrasi burung masih terus berlanjut di tiap tahunnya. Warga Kediri harus bisa menghargai kawanan burung ini dengan tidak memburu dan mengganggu mereka. Cukup amati, nikmati, dan abadikan keindahan “tamu jauh” yang singgah di Kediri ini.
Penulis adalah Khansa Dhiya Ramadhania, Mahasiswa Universitas Negeri Malang.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : rekian