JP RADAR KEDIRI –Burung Trinil Semak (Tringa glareola), pengembara tangguh dari belahan bumi utara Eurasia, kembali menjadikan wilayah Kediri, Jawa Timur, sebagai destinasi persinggahan utama dalam jalur migrasi tahunannya. Terbang ribuan kilometer untuk menghindari musim dingin ekstrem, burung migran ini memilih wilayah tropis Indonesia sebagai tempat perlindungan sementara demi bertahan hidup dan mengumpulkan energi sebelum kembali ke tempat berbiak asalnya.
Kehadiran spesies ini di Kediri tidak terlepas dari ketersediaan habitat lahan basah yang melimpah, mulai dari persawahan yang tergenang hingga tepian sungai berlumpur. Area pedesaan di Kediri kini menjadi ruang penting bagi Trinil Semak untuk berburu pakan, menjadikannya pemandangan musiman yang unik sekaligus penanda bahwa ekosistem lahan basah di wilayah tersebut masih terjaga dengan baik.
Burung ini memiliki ukuran tubuh sedang, sekitar 19–23 sentimeter. Warna bulunya didominasi cokelat kecokelatan dengan bagian perut berwarna putih. Pada bagian punggung tampak motif menyerupai batik atau bintik-bintik gelap. Kakinya berwarna kuning kehijauan, dengan paruh lurus berwarna kehitaman yang digunakan untuk mematuk tanah dan lumpur saat mencari pakan. Saat berjalan, Trinil Semak terlihat lincah dan gesit.
Dalam aktivitasnya, Trinil Semak dapat dijumpai sendirian maupun dalam kawanan kecil dan tidak selalu bercampur dengan jenis trinil lainnya. Burung ini aktif berjalan di air dangkal atau tanah berlumpur untuk mencari makan, terutama serangga kecil, cacing, larva serangga, serta berbagai jenis invertebrata air. Ketika merasa terganggu atau waspada, Trinil Semak kerap menjengitkan ekornya dan akan segera terbang menjauh jika ada aktivitas manusia di dekatnya.
Selain menarik untuk diamati, Trinil Semak juga memiliki peran penting bagi lingkungan. Kehadirannya membantu mengendalikan populasi serangga dan invertebrata air, sekaligus menjadi indikator kualitas lingkungan. Kedatangan burung ini menandakan bahwa ekosistem sawah dan lahan basah di wilayah tersebut masih tergolong sehat.
Kehadiran Trinil Semak di wilayah Kediri menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian lahan basah, persawahan, dan ekosistem perairan. Habitat yang terjaga tidak hanya mendukung kehidupan burung migran seperti Trinil Semak, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan yang bermanfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Arlintang Sekar Phambayun, Mahasiswa Universitas Negeri Malang.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : rekian