Fenomena langka ini menarik perhatian warga Kediri, karena itu Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mengambil langkah siaga, seperti memantau dan mengawasi. Para warga diimbau agar burung-burung ini tidak diburu.
Migrasi kawanan burung ini bukan hanya sekali, melainkan rutin tiap tahun nya. Setiap tahun, burung ini menempuh ribuan kilometer dari Rusia dan China menuju Asia Tenggara hingga Australia.
Mereka melakukan migrasi sejauh itu karena saat musim dingin tiba di Rusia atau China, sumber makanan berkurang. Mengharuskan mereka berpergian mencari iklim tropis yang memiliki sumber pangan yang banyak.
Demikian kehadiran nya membawa pertanda baik. Seperti indikator ekosistem yang sehat, karena burung migran hanya singgah di tempat yang menyediakan makanan cukup dan lingkungan yang aman. Burung Terik Asia sebagai pemakan serangga membantu petani mengurangi populasi hama secara alami. Menandakan sawah dan perkebunan di Kediri masih mendukung kehidupan satwa liar.
Singgahnya burung ini di Kediri hanyalah satu etape dari perjalanan panjang mereka. Kediri, dengan lanskap pertanian yang kaya serangga, menjadi titik penting dalam rantai ekologi internasional, membuktikan bahwa wilayah ini memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan alam dunia.
Dengan ini masyarakat diharapkan ikut menjaga kelestarian lingkungan dan tidak mengganggu keberadaan burung migran tersebut. Juga diharapkan tidak melakukan perburuan karena mereka bukan hama, justru menyelamatkan petani dari hama yang bisa merusak perkebunan.
Penulis adalah Muhammad Iqbal Rasyid, Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : rekian