Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jangan Sampai Ganggu Siswa Belajar! Ini Aturan Bagi Pengunjung Patung Macan Putih Balongjeruk yang Berdekatan dengan Sekolah

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 21 Januari 2026 | 20:53 WIB

 

Kondisi SDN Balongjeruk saat kegiatan sekolah sudah selesaidigunakan untuk parkir. Sekolah pastikan tidak ganggu kegiatan belajar siswa.
Kondisi SDN Balongjeruk saat kegiatan sekolah sudah selesaidigunakan untuk parkir. Sekolah pastikan tidak ganggu kegiatan belajar siswa.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Viralnya patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, ternyata ikut berdampak pada aktivitas pendidikan di SDN Balongjeruk. Sebab, sekolah dasar negeri tersebut berada tak jauh dari ikon desa yang belakangan ramai dikunjungi masyarakat. Meski demikian, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal. Tidak ada gangguan berarti terhadap proses pembelajaran siswa.

SDN Balongjeruk sendiri memiliki dua bangunan terpisah. Satu bangunan berada di dekat area patung macan Balongjeruk dan digunakan untuk kegiatan belajar siswa kelas 1, 2, dan 3 dengan jumlah total 74 siswa. Sementara kelas lainnya berada di lokasi berbeda. Kondisi ini membuat sekolah cukup dekat dengan pusat keramaian, terutama saat sore hingga malam hari.

Baca Juga: Update Proyek Tol Akses Bandara Dhoho Kediri: Pengerjaan Terus Dikebut, Baru Mencapai 42 Persen

Guru kelas 5 SDN Balongjeruk, Ganda Novade, menjelaskan bahwa pihak desa hanya meminjam area sekolah untuk parkir setelah jam sekolah usai. Pemanfaatan lahan parkir dimulai pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Selain itu, ada kompensasi berupa uang kebersihan yang diberikan kepada pihak sekolah.

“Peminjaman itu ada surat resmi dari desa. Selain itu, area parkir juga dijaga oleh tenaga pendidik, dan gerbang sekolah ditutup setelah digunakan,” jelas Ganda.

Ia menegaskan, selama jam belajar, area sekolah steril dari aktivitas parkir maupun pengunjung. Karena itu, kegiatan belajar mengajar tidak terdampak secara langsung. Kalaupun ada pengaruh, sifatnya sangat kecil dan masih bisa dikendalikan oleh guru. Salah satu contohnya ketika terdengar suara terompet dari pengunjung. 

Baca Juga: Segera Rekam KTP! Pemkot Ungkap Risiko Fatal Bagi Dokumen Satu KK Jika Wajib KTP Baru Masih Menunda

“Kadang ada siswa yang menirukan suara terompet. Tapi itu tidak sampai mengganggu proses belajar,” ujarnya. 

Menurutnya, mayoritas siswa SDN Balongjeruk merupakan warga setempat yang sudah terbiasa dengan keberadaan patung macan dan keramaian di sekitarnya. Hal ini membuat mereka tidak terlalu penasaran atau terganggu. Bahkan, bagi siswa, fenomena tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

“Alah bu sudah waleh setiap hari lihat. Begitu kata murid-murid. Beda kalau anak dari luar yang sengaja datang untuk lihat,” ungkapnya menirukan ucapan siswa.

Meski demikian, para guru tetap meningkatkan pengawasan agar konsentrasi belajar siswa tetap terjaga. Di sisi lain, viralnya patung macan Balongjeruk justru dijadikan momentum positif oleh pihak sekolah. Keberadaan ikon desa tersebut dimanfaatkan sebagai sarana promosi sekolah kepada masyarakat luas.

“Harapannya, bisa menarik minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sini,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : rekian
#kabupaten kediri #Macan putih viral #Desa Balongjeruk #parkir #kecamatan kunjang