KEDIRI, JP Radar Kediri- Komoditas nanas Kelud jadi incaran wisatawan selama libur Nataru ini. Selama libur panjang, nanas asal Bumi Panjalu ini banyak diburu oleh pendatang dari luar daerah.
Karenanya, pedagang nanas di lereng Gunung Kelud banjir cuan. Seperti Sulikowati, 50, pedagang nanas asal Sugihwaras, Kecamatan Ngancar.
Dia mengatakan, saat libur panjang, menurutnya ada peningkatan penjualan. “Alhamdulillah ramai,” ujar Sulikowati.
Menurutnya, dibandingkan hari biasa, ada penambahan omzet yang dirasakan. Adapun penjualannya juga meningkat lima kali lipat.
Dia mengatakan, jika hari biasa, omzetnya hanya sekitar Rp 200 ribu. namun, kalau kalau libur panjang bisa mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta.
“Hampir 300-400 buah. Kalau hari biasa hanya 20 buah,” jelasnya. Menurutnya, jenis nanas yang paling diburu adalah nanas lokal. Yakni Queen Simplek.
“Pengunjung itu ya ramai dari Nganjuk, Surabaya. Kalau yang paling banyak belanja itu ya mungkin dari Lamongan, dari sebelah Nganjuk,” ungkap Sulikowati.
Hal serupa juga dirasakan oleh Sini, 60 pedagang nanas asal Sepawon, Plosoklaten. Disbanding hari biasa, menuruntya ada peningkatan secara drastis. “Kalau hari biasa Rp 400 ribu. kalau libur bisa Rp 1 juta,” jelasnya.
Menurutnya, nanas yang paling diari juga nanas lokal. Yakni Queen Simplek. “Yang beli dari Jakarta, Surabaya, Tulungagung,” jelasnya.
Terpisah, Siska Wijayati, 52, warga asal Surabaya yang berkunjung ke Gunung Kelud mengaku datang ke Kediri langsung mencari oleh-oleh nanas. “Nanas kan untuk kesehatan juga bagus,” jelasnya.
Sebenarnya, di tempat tinggalnya ada nanas. Namun, harganya lebih mahal. Karena tidak langsung dari tangan pertama.
“Ini kan langsung kita ke petani ya jadi apa lebih murah ya. Kalau perbandingannya sampai separuhnya,” jelasnya.
Selain itu, menurutnya lebih enak jika langsung beli di petani. Sebab, kualitasnya lebih bagus. “Di sini lebih fresh.
Mungkin dengan suasananya yang di alam juga mempengaruhi juga,” tandas Siska sembari menyebut bahwa dia memborong banyak nanas.
Editor : Andhika Attar Anindita