Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Kediri Diimbau Hati-Hati karena Ada Potensi Hujan Es saat Tahun Baru

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 31 Desember 2025 | 12:30 WIB
Tahun baru diprediksi terjadi cuaca esktrem (Foto: Wahyu Adji)
Tahun baru diprediksi terjadi cuaca esktrem (Foto: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri– Cuaca panas disertai angin kencang melanda wilayah Kediri Raya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan, kecepatan angin yang terjadi masih dalam kategori relatif normal.

Meski begitu, BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi pada 1 dan 2 Januari.

Hujan lebat tersebut berpeluang disertai angin kencang dan petir. Bahkan, meski peluangnya kecil, potensi hujan es juga tidak sepenuhnya tertutup, terutama pada masa peralihan dari cuaca panas ke hujan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang beraktivitas di luar ruangan dan berwisata.

“Meski beberapa hari ini cuaca terlihat cerah, bukan berarti ke depan akan sama. Kita masih berada di musim hujan. Daerah rawan longsor perlu ekstra waspada,” pungkas Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Lukman Soleh melalui Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik Satria Kridha Nugraha. 

Dia juga menjelaskan, angin yang dirasakan masyarakat saat ini rata-rata berkisar antara lima hingga sepuluh knot.

Kecepatan tersebut justru lebih rendah dibandingkan saat puncak musim kemarau yang bisa mencapai 10 hingga 20 knot dengan rata-rata sekitar 15 knot.

“Kalau dibilang kencang seperti musim kemarau sebenarnya tidak. Hanya saja, jika dibandingkan kondisi normal di musim hujan, memang terasa agak lebih kencang,” ujarnya.

Menurut Satria, kondisi tersebut dipengaruhi adanya siklon tropis Hailey di wilayah selatan.

Meski lokasinya cukup jauh dari Jawa Timur, siklon tropis tersebut tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap pola cuaca di wilayah ini. 

Dampak tersebut antara lain berupa penurunan kelembaban udara serta peningkatan kecepatan angin.

“Dua hal itu menyebabkan penurunan intensitas hujan di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir,” jelasnya.

Namun demikian, masyarakat diminta tidak lengah. BMKG memprediksi, dampak tidak langsung siklon Hailey akan mulai berkurang dalam waktu sekitar dua hari kedepan seiring pergerakan siklon yang semakin menjauh ke arah Australia.

Setelah itu, potensi hujan diperkirakan kembali meningkat.

Selain itu, BMKG juga memantau kemunculan bibit siklon tropis baru, yakni siklon 90S di wilayah barat Jawa Barat.

Bibit siklon ini bergerak ke arah tenggara dan berpotensi memberikan dampak tidak langsung yang berbeda dibandingkan siklon Hailey.

“Kalau Hailey tidak meningkatkan curah hujan karena sudah menjauh. Tapi untuk 90S ini, dampak tidak langsungnya ke Jawa Timur justru berupa peningkatan intensitas hujan,” ungkap Satria.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#BMKG #hujan es #kediri #tahun baru #cuaca esktrem