Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sepakat Islah! PBNU Akan Percepat Muktamar Usai Rapat di Ponpes Lirboyo Kediri

Ayu Ismawati • Jumat, 26 Desember 2025 | 01:11 WIB
ISLAH: Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf dan Mustasyar PBNU Kiai Ma’ruf Amin memberi keterangan kepada wartawan didampingi sejumlah kiai usai rapat yang juga dihadiri jajaran Rais Aam PBNU.
ISLAH: Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf dan Mustasyar PBNU Kiai Ma’ruf Amin memberi keterangan kepada wartawan didampingi sejumlah kiai usai rapat yang juga dihadiri jajaran Rais Aam PBNU.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Konflik elit di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mencapai titik temu.

Rapat konsultasi yang diinisiasi oleh syuriyah PBNU di Ponpes Lirboyo, Kamis (25/12) sore, menghasilkan kesepakatan untuk islah. Ormas Islam itu juga memutuskan untuk mempercepat muktamar ke-35.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam itu berakhir sekitar pukul 15.00. Jajaran mustasyar PBNU mulai tiba di Gedung Yayasan Ponpes Lirboyo sejak pukul 10.30.

Di antaranya Wakil Presiden ke-13 RI Kiai Ma’ruf Amin, Kiai Anwar Manshur Ponpes Lirboyo, Kiai Nurul Huda Djazuli Ponpes Ploso, KH Abdullah Ubab Maimoen Ponpes Al Anwar Sarang, serta Kiai Machasin, guru besar UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.

Tak seperti kiai lain yang masuk lewat pintu depan, Rais Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar datang ke lokasi pertemuan lewat pintu barat.

Demikian pula saat keluar. Pengasuh Ponpes Tahsinul Akhlaq Rangkah, Surabaya itu memilih pintu dimana tidak ada awak media di sana.

Beberapa kiai sepuh juga lebih dulu meninggalkan lokasi rapat. Di antaranya, Kiai Anwar Manshur, Kiai Nurul Huda Djazuli.

Kemudian baru disusul Kiai Ma’ruf Amin yang keluar ruangan bersama Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf.

Terpisah, Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo Oing Abdul Muid Shohib mengatakan, pertemuan yang diinisiasi oleh Rais Aam PBNU kemarin mencapai kesepakatan untuk islah.

“Telah tercapai kesepakatan untuk menggelar muktamar ke-35 NU dalam waktu secepat-cepatnya,” katanya.

Penyelenggaraan muktamar, lanjut pria yang akrab disapa Gus Muid itu, diserahkan kepada PBNU. Yakni, rais aam dan ketua umum, dengan melibatkan mustasyar sesepuh NU dan pengasuh pesantren dalam menentukan waktu, tempat, dan kepanitiannya.

Gus Muid menegaskan, percepatan muktamar dibuat untuk menjaga kebersamaan dan keteduhan pelaksanaan Muktamar ke-35 nanti.

Terkait kepastian islah kedua kubu, Gus Muid menyebut keputusan dalam rapat kemarin bersifat resmi.

“Kesimpulannya (rapat) ini kan (diputuskan) bareng-bareng. Apa berarti kalau bareng-bareng?” lanjutnya mengindikasikan tercapainya islah di antara pihak yang berkonflik sebelumnya. Meski konflik itu hanya bisa diselesaikan secara resmi melalui muktamar ke-35.

Sementara itu, Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin menekankan keputusan menggelar Muktamar ke-35 nanti akan dilaksanakan bersama-sama. Bukan oleh satu pihak tertentu.

Menurutnya keputusan itu sudah sejalan dengan harapan seluruh pengurus maupun para sesepuh di wilayah.

 

“Jadi finalnya adalah muktamar. Jadi kami mustasyar hanya memfasilitasi ke arah yang sama, menghilangkan konflik, menyatu lagi kemudian menyelenggarakan muktamar. Sudah tidak ada lagi konflik,” ujar Maruf Amin, usai menghadiri pertemuan kemarin.

Tokoh agama yang juga Rais Aam PBNU periode 2015-2018 itu mengatakan, keputusan itu juga sesuai harapan para mustasyar.

Sebab selain menghadirkan rais aam, pertemuan juga dihadiri ketua umum PBNU. Sehingga keputusan yang dibuat sudah atas dasar persetujuan semua pihak.

“Biasa kalau awalnya ada perdebatan, tetapi ujungnya harus islah. Itu kan yang diharapkan oleh kami, para mustasyar dan sesepuh, untuk kembali ke jalan yang sama,” tandas Wakil Presiden RI periode 2019 – 2024 itu.

Menyikapi keputusan itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan Muktamar ke-35 akan digelar secara normal dan legitimate dengan dipimpin oleh Kiai Miftachul Akhyar sebagai rais aam, serta dia sebagai ketua umum.

“Setelah ini akan segera ditindaklanjuti langkah-langkah teknis menuju muktamar tersebut,” ujarnya.

Apakah keputusan-keputusan sebelumnya, termasuk pencopotannya sebagai ketum PBNU teranulir dengan adanya keputusan baru itu, Yahya menjawab singkat. “Otomatis (menghapus keputusan sebelumnya, Red),” tandasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#Miftachul Akhyar #pbnu #muktamar nu #yahya cholil staquf