KEDIRI, JP Radar Kediri- Upaya menjaga situasi kondusif menjelang perayaan Natal dilakukan dengan intensif. Tak hanya pihak keamanan, pemerintah daerah pun ikut melakukan patroli ke gereja-gereja.
Di wilayah Kabupaten Kediri Bupati Hanindhito Himawan Pramana turun langsung. Bersama dengan Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji bupati ikut melihat persiapan di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Desa Segaran, Kecamatan Wates.
“Selama pelaksanaan Natal peran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Red) dan unsur pemerintah lainnya adalah memastikan keamanan dan kelancaran ibadah,” ucap Dhito ketika berdialog dengan pihak gereja.
Baca Juga: Hari Natal, Puluhan Napi di Lapas Kediri Dapatkan Remisi
Kemudian, Dhito juga meminta peran dari pendeta. Agar membimbing jemaat menjalankan proses ibadah. Termasuk memberikan pendidikan moral pada anak-anak.
“Aksi anarkis di bulan Agustus kemarin itu mayoritas pelaku dilakukan oleh para pelajar yang usianya SMP sampai SMA. Ini yang memprihatinkan,” ucap Dhito, di hadapan pengurus gereja.
Sebelum mendatangi GKJW Segaran, Dhito dan Forkopimda terlebih dulu melakukan rapat koordinasi (rakor). Lokasnya di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG). Materi yang dibahas adalah pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Setelah rakor Forkopimda dibagi tiga, bersama tim gabungan. Mereka melakukan patroli ke gereja-gereja besar. Seperti Gereja St Petrus di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan; GKJW Segaran, Wates; serta GKIN Kasih di Desa Kepung, Kecamatan Kepung.
Di Desa Segaran mayoritas penduduknya beragama Nasrani. Dari total 2 ribu warga, yang memeluk agama Kristen mencapai 90 persen. Yaitu sekitar 1.800-an orang.
Menurut Dhito, Desa Segaran adalah desa yang punya toleransi tinggi. Dia berpesan agar hal itu bisa terus dipertahankan.
Dalam kesempatan itu, dalam perayaan Tahun Baru nanti pemkab memutuskan tidak menggelar acara pesta kembang api. Sebagai gantinya akan digelar istigosah dan doa bersama lintas agama. Hal itu sebagai empati pada mereka yang terdampak bencana banjir Sumatera dan Aceh.
Baca Juga: 4 Hari Beruntun! Daftar Cuti Bersama Natal 2025 Berdasarkan SKB Tiga Menteri
Pendeta GKJW Segaran Antonius Andix Nugroho mengapresiasi pengamanan yang dilakukan pemkab dan polres. Termasuk terkait pesan-pesan yang disampaikan Dhito.
“Termasuk salah satu pesan yang menurut kami baik, untuk berbela rasa pada saudara-saudara kita yang terkena bencana di daerah Sumatera dan Aceh. Untuk malam tahun baru tidak diadakan pesta api,” jelasnya.
Sementara itu, terkait Operasi Lilin Semeru 2025 yang dimulai Sabtu (20/12) lalu Polres Kediri mengerahkan 238 personel. Juga diperkuat personil TNI dari Kodim 0809 Kediri, dinas perhubungan (dishub), serta dinas kesehatan berikut ambulans dan puskesmas tersedkat.
Ada enam pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) yang didirikan. Satu posyan di Simpang Tiga Mengkreng kemudian lima pospam tersebar di Papar, Wates, Kandangan, Ringin Budho Pare, serta kawasan SLG.
Dari Kota Kediri, upaya sterilisasi juga berlangsung. Polres Kediri Kota melakukan pengamanan dan pemeriksaan di beberapa gereja besar yang masuk wilayah mereka.
Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Siapkan Operasi Khusus Hadapi Lonjakan Penumpang
“Ada beberapa titik gereja besar yang disterilisasi. Jangan sampai ada kejadian ditemukan benda berbahaya. Seperti ledakan bom maupun teror lainnya,” kata Kepala Pembinaan Urusan Operasi (KBO) Satsamapta Polres Kediri Kota Ipda Prajaka.
Dalam penyisiran itu, belasan polisi yang terlibat. Termasuk melibatkan anjing pelacak dari satuan K-9.
Sterilisasi dimulai dari Gereja Merah, di Jalan KDP Slamet. Kemudian Gereja St Vincentius A. Paulo yang berlokasi di Jalan Veteran. Setelah itu menuju GKJW di Jalan Diponegoro, dan berakhir di Gereja Setia Bakti di Jalan Letjend Suprapto.
“Sisanya nanti ada Gereja Getsemani, Gereja Santo Yoseph, Gereja GKI, dan di Pohsarang,” imbuhnya.
Baca Juga: Satlantas Kota Kediri Batasi Kendaraan Berat Masuk Kota selama Libur Natal dan Tahun Baru
Soal pelibatan anjing pelacak, menuru pria yang akrab disapa Jaka tersebut sebagai upaya membantu menemukan benda-benda mencurigakan. Penciuman tajam anjing pelacak digunakan untuk mengendus benda berbahaya.
“Barang-barang yang metal akan diendus oleh anjing ini. Mereka tidak secara langsung menyerang, tetapi menunjukkan. Petugas yang lebih memiliki peran aktif untuk mengamankan,” terang perwira dengan satu balok emas di pundak itu.
Tak hanya anjing pelacak, petugas juga menggunakan metal detector dan hand held mirror detector di berbagai sudut. Mulai dari kursi, mimbar, sudut-sudut gereja bagian dalam maupun luar tak luput dari pemeriksaan petugas. Bahkan, untuk memastikan keamanannya, berbagai kado yang ada di sana juga dilakukan pengecekan.
Baca Juga: Naik Bus Satria, Pj Wali Kota Kediri Zanariah Tinjau Natal di 4 Gereja di Kota
Sekitar 20 menit polisi memeriksa di gereja tersebut. Polisi tak menemukan sesuatu yang mencurigakan. “Kami juga memberikan masukan kepada internal gereja, manakala ada orang bukan anggotanya segera ditegur atau dikomunikasikan dengan petugas terdekat. Baik yang ada di pos pengamanan maupun pos pelayanan,” pungkasnya.
Editor : rekian