Musyawarah berlangsung di Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo mulai pukul 11.00 dan dijadwalkan berakhir hingga pukul 15.00 WIB. Agenda tersebut menjadi kelanjutan dari rangkaian pertemuan silaturahmi para masyayikh NU yang sebelumnya digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso pada 30 November 2025 dan Pondok Pesantren Tebuireng pada 6 Desember 2025.
Baca Juga: Mengenal Jenar Ayu Aldesta Persada, Duta Wisata Panji Galuh Kota Kediri 2024
Forum bertema Meneguhkan Keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama itu dihadiri jajaran Mustasyar, Syuriyah, dan Tanfidziyah PBNU. Selain itu, Rais dan Ketua PWNU se-Indonesia, pimpinan badan otonom, pengurus PCNU se-Indonesia, PCINU se-dunia, serta para pengasuh pondok pesantren atau Ashabul Ma’ahid juga diundang.
Juru Bicara Ponpes Lirboyo Abdul Mu’id Shohib mengatakan, bahwa musyawarah Kubro dimaksudkan untuk memperkuat kembali komitmen NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah.
Baca Juga: 22 Ribu Orang Alami Hipertensi dan Rabun dari Hasil Cek Kesehatan Gratis di Kediri
"Melalui Musyawarah Kubro ini, para sesepuh berharap tercipta ruang dialog yang sejuk, arif, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Hal ini krusial demi memastikan NU tetap tegak sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan) yang konsisten berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara," jelasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, petinggi NU Kediri Raya dan Nasional terlihat berkumpul di Lirboyo. Sa;ah satunya adalah KH. Yahya Cholil Staquf.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian