JP Radar Kediri- Ribuan tenaga honorer daerah (honda) ini semringah. Menyusul resminya mereka menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu. Penyerahan surat keputusan (SK) itu berlangsung di GOR Jayabaya kemarin (16/12).
Total, ada 2.596 honda yang menerima SK. Secara simbolis penyerahan dilakukan oleh Wali Kota Vinanda Prameswati.
Setelah menerima SK, ada harapan baru dari para mantan honda tersebut. Yaitu terjadinya peningkatan kesejahteraan sebagai aparatur sipil negara (ASN). Termasuk juga harapan menjadi ASN penuh waktu.
Seperti yang diungkapkan Hariyati, 55. Guru TK negeri pembina itu mengaku bersyukur dengan status baru itu. Untuk waktu pengabdian yang sudah lama, kepastian berupa status pegawai negeri memang dibutuhkan.
“Pengabdian kami kan sudah lama. Dan kami perlu kepastian untuk nasib itu bagaimana. Apalagi saya dan seperti teman saya ini tinggal 2 tahun lagi sudah pensiun,” ungkap perempuan yang sudah mengajar selama 17 tahun di TK Negeri Pembina Kecamatan Pesantren itu.
Selama itu pula, menurutnya, belum pernah ada perubahan dari aspek kesejahteraan. Dengan status PPPK paruh waktu ini, besar harapannya bisa segera diangkat menjadi PPPK penuh waktu. Sehingga kesejahteraan para guru sepertinya juga bisa lebih terjamin oleh negara.
“Karena paruh waktu juga nasib kita belum terjamin. Karena belum ada perkembangan sama sekali,” sambungnya, berharap setidaknya ada peningkatan honor minimal sesuai upah minimum regional (UMR).
Hal serupa juga diharapkan oleh Santoso, staf keamanan di SMP Negeri 7 Kota Kediri. Pria berusia 55 tahun itu mengaku sangat senang diangkat menjadi PPPK paruh waktu. Pria yang sebelumnya bekerja sebagai takmir masjid itu tak pernah menyangka bisa diangkat menjadi ASN. Meskipun sekadar PPPK paruh waktu.
“Kulo nggih remen sanget (Saya senang sekali, Red). Alhamdulillah. Saya kan gini, ‘Bu, (Bu Kepala SMPN 7 Kota Kediri, Red) Sudah tua, saya nggak usah ikut. Biar yang lainnya saja.’ Tapi katanya tidak bisa, harus ikut. Akhirnya saya manut, alhamdulillah kemarin bisa ikut ujian di Wisma Haji Madiun untuk bisa dapat paruh waktu ini,” urai pria asal Blabak itu.
Dengan status baru itu, dia berharap kesejahteraan para PPPK paruh waktu ini bisa lebih terjamin. “Harapan saya muga-muga saget lancar terus. Bayarannya saget naik,” ungkapnya sembari tertawa kecil.
Para PPPK paruh waktu itu tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) hingga lembaga di bawah Pemkot Kediri. Di antaranya dinas perhubungan (dishub), dinas lingkungan hidup, kebersihan, dan pertamanan (DLHKP), dinas pendidikan, hingga rumah sakit umum daerah.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati pun mengingatkan tentang tanggung jawab ASN yang harus memberikan pelayanan publik yang baik. Kinerja pemerintah harus dilakukan secara cepat dan tepat.
“Perlu kita ingat bahwa kita sebagai ASN, kita memiliki hakekat untuk melayani. Bukan dilayani. Oleh karena itu bapak ibu sekalian, kita harus memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan berkualitas. Itu adalah tugas kita bersama,” pesannya.
Selain itu, dia juga mendorong agar kinerja pegawai pemkot bisa ditingkatkan dengan status baru itu. Baik melalui belajar mandiri maupun pelatihan. Hal itu juga selaras dengan tantangan pemerintah sekarang yang lebih kompleks.
“(Peningkatan kinerja) juga melalui pengalaman kerja sehari-hari. Bapak dan ibu harus terus belajar. Karena kita juga dituntut untuk terus bisa beradaptasi dengan cepat,” tandas Vinanda. (*)
Editor : Mahfud