Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Tiron Kecipratan Rezeki Miliaran Rupiah, Sawah dan Ladang Mereka Dibeli untuk Keperluan Ini

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 19 Desember 2025 | 00:41 WIB
Warga Tiron membubuhkan cap jari saat penerimaan rekening ganti rugi.
Warga Tiron membubuhkan cap jari saat penerimaan rekening ganti rugi.

 

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Lahan yang terdampak jalan tol akses ke Bandara Dhoho memang tanah kas desa (TKD). Namun, yang kecipratan uang hingga miliaran rupiah adalah warga desa. Sebab, lahan sawah mereka dibeli sebagai pengganti tanah milik desa tersebut.

Setidaknya ada puluhan warga Desa Tiron, Kecamatan Banyakan yang ketiban untung seperti itu. Mereka mendapatkan uang pengganti yang nilainya miliaran rupiah.

Siswanto misalnya. Dia mendapat uang senilai Rp 1,9 miliar. Uang sebanyak itu untuk mengganti lahan seluas 1.952 meter persegi. Selama ini lahan itu dia gunakan untuk menanam ketela maupun jagung.

“Perasaannya, alhamdulillah robbil alamin. Dredeg (bergetar, Red) dapat duit akeh (banyak, Red),” ucapnya, ketika menerima rekening berisi uang itu kemarin (16/12).

Siswanto, dan 24 warga desa yang lain, kemarin menerima uang pengganti tersebut. Penyerahannya berupa buku tabungan. Tempatnya di kantor Kecamatan Banyakan sekitar pukul 11.00 WIB.

Untuk apa uang sebanyak itu? Mata Siswanto terlihat berkaca-kaca. Kemudian mengatakan bahwa uang tersebut akan dibelikan aset tanah lagi. Namun, sebagian akan digunakan mendaftar haji.

Mugi-mugi (semoga, Red) rencananya daftar haji, Insyaallah begitu,” jelasnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Siti Zuheni, 51. Dia mengatakan ada dua lahan miliknya yang dibeli.

“Yang satu bidang 2 ribu meter persegi. Yang satu bidang lagi hampir 5 ribu (meter persegi),” jelasnya.

Kehilangan tanah seluas itu, Siti mendapat ganti rugi yang relatif besar. Yaitu Rp 5,4 miliar dan Rp 2 miliar.

Tentu saja Siti mengaku sangat bahagia. Selain untuk membeli aset lagi, uang tersebut akan digunakan untuk beribadah.

“Ibadah itu banyak ya, Mas. Bekerja juga ibadah, terus berangkat ke tanah suci juga ibadah, insyaallah bismillah,” jelasnya.

Terpisah, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi berpesan, agar uang yang diterima digunakan dengan sebaik-baiknya. “Sesuai pesannya Mas Bupati (Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Red) jangan tergiur dengan rayuan duitmu delehen gonaku (uangmu taruh di tempatku, Red), tak kasih bunga 10 persen,” ucapnya menggambarkan tawaran investasi bodong yang mungkin ditawarkan pihak tertentu.

Dia mengatakan, bahwa ada enam bidang TKD Tiron dengan luas 4 hektare yang terdampak tol. Dari luas itu, hasil peninilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) angkanya mencapai Rp 35,7 miliar.

“Sesuai ketentuan, TKD yang kena harus diganti dengan tanah. Sehingga pemdes sesuai ketentuan membentuk tim pengadaan tanah (TPT)  pengganti,” jelasnya.

Dari tim pengadaan sudah ditunjuk 24 bidang tanah pengganti. Adapun luasan 6,9 hektare.

“Sisa Rp 311 ribu yang ditransfer ke rekening desa,” jelasnya.

Dia menambahkan, bahwa selama proses pembangunan, TKD yang terdampak disewa oleh pelaksana pembangunan jalan tol. Karena dilakukan percepatan pembangunan tol.  

“Lokasi tanah kena tol kan sudah ada. Dari lokasi yang kena itu, proses pembangunan kan sudah jalan. TKD itu ada dua mekanisme, dikerjakan sendiri atau disewakan. Ini disewa untuk dikerjakan karena untuk percepatan,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti mengatakan, setelah dibayarkan, termasuk melakukan transfer pada sisa uang, selanjutnya desa melaksanakan pelepasan hak TKD. Rencananya hal itu dilakukan dalam waktu dekat.

“Sebenarnya, rencananya hari ini juga namun belum siap. Jadi diundur mungkin beberapa hari ke depan,” jelasnya sembari menyebut bahwa yang menerima paling banyak Rp 6 M dan paling kecil Rp 400 juta. (*)

 

Editor : Mahfud
#Desa Tiron #Tanah Kas Desa (TKD) #uang ganti rugi #tol bandara dhoho