KEDIRI, JP Radar Kediri- Kabar duka datang dari Kabupaten Kediri. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Supoyo meninggal dunia. Dia wafat karena sakit stroke.
Kabar meninggalnya sekda yang sudah menjabat selama 11 tahun itu meninggalkan duka mendalam bagi teman sejawatnya.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, Almarhum Supoyo mulai sakit sejak 27 Oktober 2025 lalu.
"Sebelumnya sehat. Cuma beberapa bulan yang lalu beliau jalan mau lihat kebun qlpukat di belakang rumah, kepleset jatuh kepala membentur," jelas Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi.
Karenanya dia harus dirawat di RSUD SLG selama 3 hari. Berikutnya dirujuk di RSUD Dokter Soetomo Surabaya.
Pada Selasa (16/12) lalu dibawa pulang. Rabu (17/12) sore sekitar pukul 15.00 Supoyo meninggal dunia saat di rumah.
Sukadi mengaku, bahwa Supoyo adalah sosok yang baik namun tegas. Dia juga dinilai sangat mengayomi bawahannya.
"Saya bisa seperti ini salah satunya karena bimbingan beliau. Tegas tapi juga ngayomi," aku Sukadi.
Hal serupa juga diamini oleh Kabag Umum Pemkab Kediri Mustika Prayitno Adi. Menurutnyq, Supoyo adalah lugas dan tegas.
"Beliau pimpinan saya tapi juga saya anggap sebagai guru," ungkapnya. Menurutnya, banyak hal yang bisa dicontoh dari kepemimpinan Supoyo.
Salah satunya bisa sebagai teman karena humble dan suka bercanda dengan bawahan. Sehingga bisa akrab. "Dengan bawahan jadi dekat juga," tutur Mustika.
Sekretaris KPU Randy Agatha Sakaira yang dulu merupakan ajudan Supoyo mengaku, bahwa Supoyo adalah sosok pimpinan yang luar biasa.
"Menurut saya beliau PNS yang luar biasa, pekerja keras dan cepat dalam mengambil keputusan," kenangnya.
Menurut Randy, yang membuatnya paling teringat adalah sosok Supoyo yang sangat disiplin soal waktu.
"Bukan lagi on time tapi in time. Beliau atasan, guru dan sudah seperti orang tua sendiri," kenang Randy.
Editor : Andhika Attar Anindita