KEDIRI, JP Radar Kediri-Selain Flyadeal yang siap membuka penerbangan umrah di Bandara Dhoho, ke depan agaknya akan ada maskapai asing lain yang juga akan open sky di Kediri.
Sinyal tersebut terlihat dari pernyataan Board of Airline Representatives in Indonesia (Barindo) yang kemarin mendapat pemaparan tentang potensi bandara di wilayah barat sungaiitu.
Chairman Barindo Farshal Hambali mengatakan, total ada 28 maskapai asing yang datang ke Bandara Dhoho.
Baca Juga: Shelfin Bima Jalani Sidang Perdana di PN Kediri, Penasihat Hukum Ajukan Eksepsi
Mereka berasal dari ASEAN, Asia Pasifik, Australia, Eropa, dan Timur Tengah.
Puluhan maskapai asing yang membuka penerbangan di Indonesia itu menurutnya antusias melihat fasilitas di Bandara Dhoho.
“Status (bandara) internasional adalah momentum yang baik bagi konektivitas, pertumbuhan ekonomi, logistik, pariwisata, serta pemerataan pembangunan,” katanya.
Barindo, lanjut Farshal, percaya bahwa bandara bisa membuka peluang baru.
Baik peluang perdagangan, peluang investasi, peluang UMKM, hingga manfaat bagi masyarakat.
Karenanya, Farshal mengaku akan mengajak maskapai lain untuk memastikan dukungan ke Bandara Doho.
Sebaliknya, Barindo juga butuh dukungan dan kerja sama dari semua stakeholder. Di antaranya dukungan promosi.
“Kami juga mohon nanti diberikan insentif. Insentif bisa berupa peringanan biaya-biaya atau juga kemudahan dalam berbisnis, berusaha,” lanjutnya sembari menyebut hal itu sangat penting untuk menciptakan ekosistem aviasi yang baik.
Baca Juga: Langkah Pemdes Srikaton Papar untuk Cegah DBD dan Cikungunya, Rutin Lakukan Hal Ini
“Dengan dukungan bersama ini kami yakin Bandara Doho akan menjadi ikon kebanggaan Jawa Timur yang baru,” terang Farshal sembari menyebut Barindo berkomitmen untuk berkolaborasi dengan Bandara Dhoho.
Untuk diketahui, di hari kedua Market and Connectivity Opprtunity Bandara Dhoho Kamis (11/12), puluhan maskapai asing yang membuka penerbangan di Indonesia itu mendapat gambaran tentang Bandara Dhoho secara lengkap.
Baca Juga: Ini Cara Pemdes Gurah Berdayakan Masyarakat : Beri Pelatihan Olah Ikan Gabus Jadi Obat Herbal
Mulai dari fasilitas, sarana dan prasarana, hingga potensi di wilayah selatan Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang memberi sambutan secara daring menyebut potensi 10 juta penduduk dari 13 kabupaten/kota di wilayah selatan Jawa Timur itu sangat besar.
“Ini adalah jumlah penduduk yang luar biasa. Dan tentunya sangat layak untuk memiliki bandara,” tuturnya.
Selain penerbangan internasional, menurutnya penerbangan maskapai Super Air Jet rute Kediri-Jakarta menunjukkan tren yang bagus.
Baca Juga: Kabar Gembira, Warga Kediri Raya Bisa Leluasa Tahun Baruan di Jalan Stasiun yang Berkonsep Heritage
Karenanya, dia optimistis ke depan penerbangan di Bandara Dhoho akan semakin baik.
“Kami yakin ke depannya akan semakin konsisten. Pola perjalanan masyarakat juga tentunya akan disesuaikan dengan jadwal yang tersedia.
Mereka akan mulai beradaptasi dan inisiatif baru akan mulai bermunculan,” terang Emil berharap dalam waktu dekat bisa disusul penerbangan haji dan umrah secara reguler.
Sementara itu, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menyebut kehadiran puluhan maskapai asing di Bandara Dhoho kemarin jadi sinyal baik.
“Harapannya (maskapai asing) hadir ini dalam rangka untuk membuka penerbangan di sini,” ungkapnya.
Di depan mereka, Dewi kemarin juga memaparkan potensi Kabupaten Kediri. Mulai dari potensi pariwisata, potensi haji dan umrah, hingga potensi kargo.
“Ini (potensi) yang kami tawarkan,” tandasnya sembari menyebut beberapa tempat ibadah ikonik yang bisa jadi daya tarik wisatawan asing.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian