Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemasangan Ornamen Jembatan Brawijaya Kota Kediri Terkendala Lokasi Ekstrem

Ayu Ismawati • Jumat, 12 Desember 2025 | 19:45 WIB
HATI-HATI: Pengendara melintas di Jembatan Brawijaya, Kota Kediri yang tengah dilakukan perbaikan.
HATI-HATI: Pengendara melintas di Jembatan Brawijaya, Kota Kediri yang tengah dilakukan perbaikan.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Target revitalisasi Jembatan Brawijaya kian dekat. Namun pekerjaan proyek masih terus berlangsung.

Lokasi proyek yang cenderung ekstrem menjadi hambatan proses perbaikan. Namun demikian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri mengupayakan proyek revitalisasi itu bisa selesai sebelum akhir tahun 2025.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari mengatakan, pihaknya terus mengebut perbaikan pilar jembatan. Meskipun lokasi yang relatif ekstrem juga menjadi hambatan pekerja saat ini.

“Untuk bagian pilar jembatan ini butuh keahlian untuk memanjat pilar. Dan itupun tenaga kerjanya terbatas dan perlu keberanian,” ujar Endang.

Dengan demikian, pihaknya berupaya terus memacu pekerjaan. Di sisi lain, kebutuhan akan tenaga profesional panjat tebing juga diupayakan untuk dipenuhi. Terlebih lokasi yang berada di atas Sungai Brantas juga menjadi tantangan pekerjaan proyek.

Selain itu, desainnya yang rinci membuat pekerja membutuhkan waktu untuk proses pemasangan ornamen.

Di antaranya untuk pemasangan huruf aksara Jawa Kuadrat dan pemasangan aluminium composite panel (ACP) di keempat pilar jembatan.

“Itu pekerjaan arsitektural yang membutuhkan ketelitian dan waktu yang ekstra sebenarnya,” ungkap Endang.

Dia menambahkan, pekerjaan revitalisasi diupayakan terus berjalan dan dimaksimalkan pelaksanaannya agar selesai sesuai perencanaan. Berdasarkan timeline, proyek itu ditargetkan selesai pada 16 Desember.

Sementara itu, hingga kemarin kedua jalur jembatan masih tetap bisa dilalui masyarakat. Hanya saja, terjadi penyempitan di dua jalur imbas tertutupnya sebagian ruang jalan selama proses revitalisasi jembatan.

Dinas PUPR Kota Kediri pun mengimbau masyarakat berhati-hati ketika melintasi Jembatan Brawijaya.

Seperti diberitakan, Pemkot Kediri melaksanakan perbaikan pilar Jembatan Brawijaya sejak akhir September lalu.

Sebelumnya, pilar jembatan di sisi barat terbakar pada 10 Juni 2024 lalu. Selain memperbaiki pilar yang terbakar itu, Pemkot Kediri sekaligus merehabilitasi seluruh pilar jembatan.

Untuk merehab Jembatan Brawijaya, pemkot menggelontorkan pagu anggaran hingga Rp 3,8 miliar.

Rehabilitasi pilar itu juga sekaligus untuk penyegaran desain Jembatan Brawijaya. Sehingga, bisa menambah kesan ikonik pada jembatan yang diresmikan pada 2019 lalu.

Rehabilitasi jembatan akan mengusung konsep ‘kejayaan’ yang ditandai dengan dominasi nuansa keemasan pada desain visual jembatan.

Selain itu, pemkot juga memadukan ornamen aksara kuadrat. Yakni, aksara Jawa Kuno yang berasal dari Kerajaan Kediri.

Kalimat-kalimat pemersatu bangsa seperti ‘Bhineka Tunggal Ika’ hingga semboyan Kota Kediri ‘Djojo ing Bojo’ akan terukir di pilar-pilar jembatan dalam bentuk aksara kuadrat.

 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#jembatan brawijaya #Ekstrem #ornamen #kota kediri