JP Radar Kediri-Pengambilan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Tiron, Banyakan kemarin diwarnai antrean mengular. Warga yang sudah menunggu selama bertahun-tahun untuk bisa mengantongi sertifikat untuk tanah itu antusias menunggu giliran untuk difoto satu per satu setelah mereka menerima bukti kepemilikan tanah yang sah itu.
Sekitar pukul 10.00 kemarin, Balai Desa Tiron, Banyakan sudah penuh dengan warga yang bersiap mengambil sertifikat. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang datang pun langsung membagikan sertifikat kepada masyarakat yang mayoritas lanjut usia (lansia) itu.
Di depan warga, bupati dua periode tersebut kembali mengingatkan agar mereka tidak menggunakan sertifikat itu untuk keperluan konsumtif.
“Simpan baik-baik nggih sertifikatnya. Jangan sampai rusak atau hilang,” pinta Dhito.
Jika masyarakat membutuhkan modal usaha, orang nomor satu di Pemkab Kediri itu meminta agar mereka mengajukan pinjaman di lembaga keuangan yang berizin. “Tolong (sertifikat) jangan sampai jatuh ke tangan rentenir. Di sepanjang jalan itu banyak orang yang menunggu memegang sertifikat panjenengan. Kalau butuh modal, datanglah ke bank,” lanjut Dhito sembari menyebut meminjam uang di rentenir berbahaya.
Dhito menegaskan, PTSL jadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari mafia tanah. Penyerahan PTSL di Tiron kemarin merupakan salah satu komitmen Pemkab Kediri untuk percepatan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri.
"Kami terus menghitung dan memastikan target tidak lewat dari 2027. Tahun ini sekitar 45.000 sertifikat diselesaikan. Tahun depan kami naikkan menjadi 62.500. Tahun berikutnya naik lagi sampai tuntas pada 2027. Itu fokus utama kami," tandasnya menargetkan untuk merampungkan PTSL 2027 nanti.
Dalam kesempatan kemarin, Dhito menyerahkan sertifikat kepada beberapa warga. Selanjutnya, dia menanyai beberapa warga tentang rencana penggunaan sertifikat tersebut.
Ahmad Basuki, salah satu warga yang merupakan penjual bakso mengaku akan menggadaikan sertifikat untuk modal usaha.
"Untuk menambah modal jualan bakso," akunya kepada Dhito.
Mendengar itu, Dhito meminta agar Basuki menyimpan dulu sertifikat tanahnya. "Sertifikatnya nanti disimpan dulu. Tahun depan saya bantu tambahan modal untuk jualan bakso," janji suami Eriani Annisa itu.
Tak hanya Basuki, Sofiah, 54, pengambil sertifikat lain juga mengaku akan menggadaikan sertifikatnya untuk menambah modal usaha.
"Mau digadaikan tapi belum tahu mau ke mana," tuturnya.
Untuk diketahui, target PTSL di Desa Tiron mencapai 5.800 bidang. Dengan diserahkannya seribu sertifikat kemarin, masih ada 4.800 sertifikat yang akan diserahkan secara bertahap.
“Menurut Bu Kades ada 10 ribu (yang belum punya sertifikat. Berarti ada 4.000 bidang untuk target tahun berikutnya,” jelas Kepala BPN Kabupaten Kediri Junaedi Hutasoit. (*)
Editor : Mahfud