JP Radar Kediri-Jika biasanya mesin anjungan tunai mandiri (ATM) mengeluarkan uang, di Kota Kediri ada 46 mesin yang mengeluarkan beras. Pemilik kartunya adalah warga miskin desil 1-3 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kemarin, Wali Kota Vinanda Prameswati me-launching operasional mesin yang mengeluarkan beras masing-masing lima liter itu.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, cara pengoperasian mesin ATM beras ini sangat sederhana. Masyarakat tinggal menempelkan kartu di mesin ATM. Selanjutnya, akan keluar beras seberat lima liter.
“Khusus bulan ini masyarakat mendapatkan 10 liter karena ini akumulasi dari November sekaligus pembagiannya di Desember,” kata Wali Kota Vinanda ditemui usai launching di Balai Kelurahan Semampir kemarin.
Dengan pencairan bantuan sosial (bansos) kemarin, Vinanda berharap kesejahteraan warga Kota Kediri meningkat. Selanjutnya, beban hidup masyarakat kategori miskin ekstrem itu bisa lebih ringan.
“Mulai hari ini (01/12) semuanya (ATM beras) sudah bisa untuk mengambil beras,” lanjut Vinanda sembari menyebut di setiap kelurahan juga akan disiapkan petugas untuk mendampingi warga yang akan mencairkan jatah beras mereka.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin menambahkan, di Kota Kediri saat ini ada 3.390 penerima manfaat dari seluruh kelurahan. Sebanyak 107 keluarga penerima manfaat di antaranya berasal dari Kelurahan Semampir.
Kemarin mereka dihadirkan untuk mencoba mesin ATM beras kali pertama. Imam menegaskan, penerima ATM beras adalah mereka yang masuk desil 1–3 DTSEN. Selanjutnya, mereka juga belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.
Imam menegaskan, DTSEN rutin diperbarui tiap tiga bulan sekali. Desember ini Kementerian Sosial (Kemensos) akan melakukan pemutakhiran data. Karenanya, warga yang menerima beras November dan Desember ini bisa saja tidak lagi menerima bantuan jika mereka keluar dari desil 1-3 DTSEN.
Untuk diketahui, masing-masing pemegang ATM beras akan menerima beras masing-masing lima liter setiap bulannya. “Untuk pengambilan tiap bulan kami jadwalkan di tanggal 1 – 5. Karena kalau beras terlalu lama di mesin, takutnya nanti ada benda-benda asing yang masuk,” papar Imam.
Karenanya, dinas sosial menyarankan masyarakat mengambil beras mulai tanggal 1-5 setiap bulannya. “Pengambilan beras di ATM Beras kelurahannya masing-masing,” imbuh Imam.
Jika tahun ini ada sekitar tiga ribu penerima manfaat, Pemkot Kediri menargetkan jumlah penerimanya bisa bertambah tahun depan. Dengan tetap merujuk DTSEN, tahun depan pemkot menargetkan 5 ribu penerima manfaat.(*)
Editor : Mahfud