JP Radar Kediri-Hari ketiga pengambilan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di Kantor Pos Kediri diwarnai antrean panjang. Sebelum loket dibuka, warga sudah berbaris mengular hingga ke halaman kantor pos.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kemarin giliran warga dari enam kelurahan di Kecamatan Kota yang diundang ke Kantor Pos Kediri. Mereka berasal dari Kelurahan Kaliombo, Kampung Dalem, Manisrenggo, Ngadirejo, Ngronggo, dan Rejomulyo. Total ada 1.213 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mengambil BLTS.
Meski loket baru dibuka sekitar pukul 07.30, antrean sudah mengular. Baik di dalam kantor pos maupun di halaman. Bahkan, antrean warga sempat memanjang hingga halaman depan kantor pos.
Ribuan warga tersebut langsung diarahkan ke dalam kantor pos untuk memproses pencairan BLTS Kesra. Suharto, salah satu pengambil BLTS mengaku sudah menunggu pencairan bantuan tersebut.
Pria asal Kelurahan Ngadirejo yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak ini mengaku butuh uang untuk membantunya menyambung hidup.
“Saya pertama kali ini dapat bantuan. Matur nuwun sanget. Alhamdulillah sudah diberi rezeki,” katanya, senang.
Hidup seorang diri, Suharto berencana memanfaatkan uang itu untuk kebutuhan sehari-hari. Di antaranya untuk beli beras dan kebutuhan pokok lainnya. “Membantu sekali. Soalnya becak sepen (sepi). Nggak pernah narik. Dapat bantuan begini ya alhamdulillah. Matur nuwun sanget,” ujarnya dengan suara tercekat.
Senada dengan Suharto, Nurasih, warga Kelurahan Ngronggo juga memilih datang ke Kantor Pos Kediri lebih pagi.
“Dipakai untuk kebutuhan keluarga saja, beli bahan pokok,” ujar perempuan yang baru pertama kali mendapat bantuan sosial dari pemerintah itu.
Terpisah, Kepala Kantor Pos Kediri Khoirul Auliya Lubis mengatakan, penyaluran BLTS Kesra untuk warga Kota Kediri difokuskan di Kantor Pos Kediri.
“Persyaratannya kalau dia mengambil sendiri, cukup KTP dan surat undangan yang kami kirim. Kalau diwakilkan, perlu bawa KK (kartu keluarga) apalagi kalau dalam satu keluarga, dan KTP orang yang mengambilkan itu,” ujar pria yang akrab disapa Lubis itu.
Kantor pos, lanjut Lubis, juga memberi opsi pengantaran BLTS Kesra bagi warga yang terkendala mengambil sendiri di kantor pos. Pengantaran itu akan dilakukan setelah proses pencairan di kantor pos selesai.
“Misalnya kalau dia sakit sehingga nggak bisa datang sendiri. Atau di lapas seperti kemarin waktu penyaluran BSU (bantuan subsidi upah, Red) juga ada yang kami antarkan sampai ke lapas,” ungkapnya.
Untuk diketahui, total ada 10.001 warga Kota Kediri yang terdata sebagai penerima BLTS Kesra melalui PT Pos. Penyalurannya akan dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, Kantor Pos Kediri sudah menerima data untuk tahap 1 dan tahap 2 dengan total 7.666 penerima yang sudah mulai disalurkan sejak Sabtu (22/11) lalu dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 November mendatang.
Sementara itu, antrean warga juga terlihat di Kantor Pos Cabang Pare.
Ratusan warga dari Desa Sambirejo, Kecamatan Pare yang dijadwalkan mengambil BLTS terlihat menyemut sejak pagi.
Saking banyaknya warga yang datang, sebagian harus parkir di halaman kantor Telkom Pare karena area parkir di kantor pos tidak muat.
“Hari ini (24/11) ada 478 KPM yang mengambil. Dari Desa Sambirejo, Pare,” ungkap Executive Manager Kantor Pos Cabang Pare Jupita Sari.
Sebelumnya, ada 21.295 KPM yang mencairkan BLTS di Kantor Pos Cabang Pare. Selanjutnya, di batch 2 ada penambahan menjadi 30.506 KPM. Selain pencairan di kantor cabang, menurut Jupita pihaknya juga melakukan pencairan di kantor desa dan kantor kecamatan. Adapun untuk lansia dan disabilitas akan dilakukan door to door.
Seperti halnya penerima BLTS di Kota Kediri, ratusan warga yang mengantre di Pare juga mengaku senang. Sebab, ini merupakan kali pertama mereka mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat.
“Bisa untuk tambah-tambah biaya sekolah cucu. Alhamdulillah,” tutur Sudarti, 60.
Siti Maryam, 45, yang kemarin mengambil bantuan untuk keponakannya juga mengaku bersyukur.
“Ini keponakan pertama kali dapat. Alhamdulillah nggak nyangka. Itu langsung dari kelurahan tiba-tiba dapat undangan,” beber Siti tentang bantuan untuk keponakannya yang yatim piatu itu. (*)
Editor : Mahfud