Suwadi, salah satu warga Desa Sumberejo, mengatakan bahwa setiap hujan deras, air Sungai Hadisingat sering meluap ke jalan dan merendam persawahan warga. Bahkan, tanggul sungai pernah jebol pada 2021 lalu karena tak dapat menahan debit air.
“Kalau hujan deras, sawah terendam sampai nggak kelihatan apa-apa,” ungkapnya.
Hal tersebut dibenarkan Samsul Aziz, Kepala Desa Sumberejo. Ia mengatakan bahwa banjir sering terjadi di desanya sekitar 4-5 tahun terakhir.
“Sering banjir, mungkin sejak 2021. Di sini ada 3 dam pembagi, namun damnya mungkin kecil, sehingga tak mampu menahan debit air,” ungkapnya.
Samsul mengatakan, banjir sering terjadi memasuki musim hujan terutama di bulan Januari hingga Februari. Karena area Sungai Hadisingat berada di persawahan, warga tak dapat sering memantau debit sungai.
Saat siang atau sore hari, warga sering bergotong royong membersihkan sampah yang menyumbat, namun hal tersebut sulit dilakukan jika sudah malam hari. Banjir di Desa Sumberejo paling tinggi mencapai 30 cm di area perumahan warga.
Sementara itu, di persawahan, banjir pernah meluas hingga ke desa tetangga di Desa Gambyok. Area persawahan yang sering terendam banjir tentu menimbulkan kerugian bagi petani, karena membuat tanaman tidak tumbuh maksimal. Samsul mengatakan, dari pihak Dinas PUPR sudah pernah melakukan normalisasi sungai sebanyak dua kali.
“Sudah pernah diturunkan backhoe, lalu ada penanggulangan sementara seperti sesek dan patok, namun banjir masih sering datang saat hujan lebat,” pungkasnya.
Pihak Pemdes berharap ada tindakan lebih lanjut untuk mengatasi persoalan banjir di Desa Sumberejo, Grogol karena dampaknya mengenai sektor pertanian serta kenyamanan warga desa dan pengendara.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian