Penularan TBC ini tidak bisa melalui jabat tangan. Berbagi alat makanan. Penyakit ini bisa menular melalui percikan droplet, batuk, bersin, dan bicara. Karena itu, warga binaan ini perlu mendapat pelayanan khusus untuk pemeriksaan kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan.
Kepala Lapas Kelas II A Kediri Solichin mengatakan, pelayanan dari dinas kesehatan telah menjadi program nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo. “Pemeriksaan rutin bagi WBP sangat penting. Selain itu, lapas juga menerima distribusi obat-obatan yang akan menunjang pelayanan kesehatan,” ujar Solichin.
Target warga binaan yang akan diperiksa sebanyak 100 WBP setiap hari. Adapun jumlah total hingga sekarang (21/11) jumlah penghuninya mencapai 968 orang. Idealnya hanya 325 orang saja yang berada di Lapas II A Kediri.
Rencananya, tim dari Dinas Kesehatan ada 1 dokter dan 6 perawat nanti akan menggelar pemeriksaan setiap Jumat dan Sabtu. Selain pemeriksaan, WBP juga menerima edukasi singkat terkait kesehatan dan penggunaan obat-obatan yang aman.
Dinas Kesehatan Kota Kediri berencana akan menempatkan petugas kesehatan secara khusus di Lapas Kediri. Itu untuk memberikan pelayanan secara rutin.
“Kehadiran petugas medis yang standby di lapas diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta memastikan WBP mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian