KEDIRI, JP Radar Kediri- Upaya pencarian terhadap Sihman, 74, warga Kras yang dilaporkan tercebur ke Sungai Brantas belum membuahkan hasil.
Derasnya arus sungai membuat tim gabungan kesulitan menjangkau titik lokasi yang diduga menjadi tempat korban tenggelam Senin (10/11).
Kapolsek Ngadiluwih AKP Agung Saifudin menjelaskan, sejak pagi sebanyak 28 personel gabungan dikerahkan.
Dengan 12 di antaranya melakukan penyisiran menggunakan dua perahu karet milik BPBD dan Basarnas.
“Kendala kami arusnya deras, kadang naik kadang surut. Semalam air sempat tinggi karena curah hujan,” ujar Agung.
Tim fokus melakukan pencarian di radius sekitar 250 meter dari lokasi tambangan. “Kami sudah rapat dan bagi tugas di lapangan agar pencarian lebih maksimal. Harapannya hari ini ada hasil,” ucapnya.
Dari pantauan di lapangan, keluarga korban juga terus memantau proses pencarian. Mereka berharap korban segera ditemukan.
Sementara itu, arus Sungai Brantas tampak cukup deras dengan warna air kecokelatan akibat hujan yang mengguyur wilayah setempat.
Untuk diketahui, Sihman diketahui baru pulang dari rumah anaknya di Kecamatan Mojo. Berikutnya dia pulang dengan melintas Jembatan Wijaya Kusuma.
Namun tidak ke arah selatan, dia justru ke arah utara. Berikutnya belok ke arah tambangan Banggle. Di sana dia lantas terjebur ke sungai saat perahu sedang berada di barat.
“Diduga ada masalah pada rem sepeda ontelnya, sehingga korban terjungkal ke arah sungai,” jelasnya.
Saat kejadian, perahu penyeberangan berada di seberang barat sungai. Saksi sempat melihat korban melambaikan tangan meminta tolong, namun tidak sempat menolong karena jarak yang cukup jauh.
Hingga sore kemarin, pencarian masih terus dilakukan. Tim gabungan berencana memperluas area penyisiran apabila korban belum juga ditemukan.
Editor : Andhika Attar Anindita