KEDIRI, JP Radar Kediri- Ruas jalan Letjend MT Haryono yang sering rusak banyak dikeluhkan masyarakat.
Berdasarkan aduan masyarakat, ruas jalan di depan SPBU di timur simpang empat Baruna sering rusak aspalnya. Kerusakan jalan juga sudah terjadi selang beberapa bulan setelah dilakukan perbaikan.
“Kami sedang pelajari untuk jenis penanganannya. Sehingga tidak cepat terjadi kerusakan lagi,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari melalui Kepala Bidang Bina Marga I Made Dwi Permana.
Made menambahkan pihaknya sudah menindaklanjuti aduan tersebut. Salah satunya dengan mengkaji kembali metode penanganan kerusakan jalan di sana.
Sebab, kerusakan jalan terjadi tak lama setelah perbaikan dilakukan. Dia mengungkapkan, perbaikan jalan terakhir di ruas jalan tersebut dilakukan pada April lalu.
Saat itu, pihaknya memperbaiki kerusakan jalan dengan metode overlay. Yakni, dengan penambahan lapisan aspal baru di atas lapisan aspal lama untuk memperbaiki permukaan jalan yang rusak.
Terkait jalan tersebut yang sering rusak, Made mengatakan ada beberapa faktor penyebab. Di antaranya karena ruas jalan itu sering dilalui kendaraan muatan barang dengan tonase besar.
“Karena di sana juga ada titik henti dan kendaraan yang melewati besar dan berat,” ungkap Made, terkait kondisi jalan yang berada di Kelurahan Singonegaran tersebut.
Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan jalan tersebut yang kerap rusak. Meskipun sebelumnya sudah sering dilakukan perbaikan.
Kerusakan itu berupa aspal yang berlubang. Hingga dianggap membahayakan pengguna lalu lintas.
Terlebih selama musim hujan. Khususnya pengguna kendaraan roda dua yang paling banyak dirugikan dari kerusakan jalan.
Salah satu perbaikan yang dilakukan Pemkot Kediri di ruas jalan itu dilaksanakan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2025.
Di ruas jalan yang downgrade dari jalan nasional menjadi jalan kota itu, pemkot melaksanakan perbaikan jalan di tiga titik. Yakni, di Jl MT Haryono, Jl Brigjen Katamso, dan Jl Mayjend Sungkono.
Editor : Andhika Attar Anindita