JP Radar Kediri- Ribuan calon penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra harus gigit jari. Mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat selama proses verifikasi yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri.
Berdasarkan data hingga siang hari kemarin, sudah ada 2.303 orang penerima dianggap tidak layak. Jumlah ini lebih banyak dibanding data sebelumnya. Penambahannya sekitar 100-an orang.
Data tersebut juga masih mungkin bertambah lagi. Sebab, tim verifikasi terus bekerja hingga pukul 00.00 tadi malam (Minggu, 2/11).
“Pengerjaan fokus untuk penidaklayakan. Jadi sampai batas waktu pukul 00.00 nanti (tadi malam, Red) yang belum diverifikasi berarti layak menerima,” terang Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin.
Menurut Imam, total data yang harus diverifikasi mencapai 12.345 orang. Dari jumlah itu, sudah selesai lebih dari 7 ribu data.
Berdasarkan verifikasi itu pula, sedikitnya ada 2.303 data yang dinyatakan tidak layak. Penyebabnya pun beragam. Mulai dari alamat tidak ditemukan, individu tidak ditemukan, meninggal dunia, bekerja sebagai abdi negara. Total ada 10 kriteria yang membuat seseorang terlempar dari BLTS. Selengkapnya lihat infografis di bagian lain berita ini.
“Kebanyakan karena faktor tidak ditemukan orang yang bersangkutan,” kata Imam menyebut penyebab terbanyak data tersebut tercoret.
Verifikasi hingga Tengah Malam, Terkendala Aplikasi Sering Down
Sementara itu, selama proses verifikasi petugas di masing-masing kelurahan juga berburu dengan waktu. Imam mengatakan, salah satu kendala adalah aplikasi yang sering down. Sehingga menghambat proses verifikasi di lapangan.
“Kendala yang paling utama aplikasinya sering down. Jadi verifikator harus kerjanya malam atau pagi buta,” ungkapnya.
Baca Juga: Bansos BLT Kesra 2025, Update Penerima Terbaru Bisa Ambil Mulai 28 Oktober 2025 dengan 2 Cara Ini!
Selain itu, petugas juga banyak menemui nama-nama yang tidak dikenal di lingkungan kelurahannya. Hal itu juga yang menjadi faktor pendorong banyaknya data calon penerima yang tidak memenuhi syarat.
Terkait waktu penyaluran, menurutnya hingga saat ini Kota Kediri masih harus menunggu. Diperkirakan, penyaluran yang langsung melalui rekening penerima maupun dari Kantor Pos itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
“Karena di beberapa daerah sudah ada yang disalurkan. Khususnya yang untuk penerima bantuan regular. Tetapi untuk Kota Kediri belum,” tandasnya.
Untuk diketahui, bansos penebalan dari Kementerian Sosial itu akan diberikan kepada keluarga miskin dan/ rentan miskin dari desil 1 - 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Bansos untuk alokasi Oktober - Desember 2025 itu akan disalurkan sekaligus dengan nilai Rp 900 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM).
Di Kota Kediri, tercatat ada 34.882 data calon penerima manfaat. Mereka berasal dari KPM penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) reguler dengan total 22.537 KPM. Serta, 12.345 data penerima baru. Penerima manfaat baru itulah yang diverifikasi oleh Pemkot Kediri. (*)
Editor : Mahfud