JP Radar Kediri –Mekar (bukan nama sebenarnya), 17, remaja korban kekerasan seksual asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mengalami depresi. Hal tersebut diketahui dari hasil asesmen kondisi psikologis korban.
Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri Zaki Zamani mengakui tentang kondisi Mekar tersebut. “Kalau hasil asesmennya memang ada sedikit depresi yang dialami Mekar,” kata pria yang akrab disapa Zaki itu.
Munculnya gejala depresi tersebut, menurut Zaki langsung ditindaklanjuti oleh DP3AP2KB. Salah satunya, menurunkan psikolog untuk melakukan pendampingan. Sehingga, Mekar bisa lepas dari depresinya.
“Treatment akan dilakukan sekitar satu jam setiap pertemuan,” lanjut Zaki belum bisa menyebut jangka waktu pelaksanaan terapi psikologi tersebut.
Jika kondisi Mekar sudah dinilai membaik dan bisa mengatasi masalahnya, barulah pendampingan psikolog akan dihentikan. “Jika korban masih membutuhkan treatment 2 sampai 4 kali akan tetap dilayani,” terangnya.
Tak hanya Mekar, Zaki menyebut pemkot juga memantau kondisi kejiwaan ibu Mekar. Psikolog sudah diarahkan untuk memeriksa kondisi perempuan yang setiap hari mendampingi putrinya tersebut. Sebab, dia juga harus membantu Mekar merawat anaknya.
Untuk diketahui, selain menjalani pendampingan psikolog, saat ini Mekar juga sedang menunggu progres pengajuan bantuan. Terkait hal itu, Zaki menegaskan jika petugas dari dinas sosial masih melakukan asesmen. Salah satunya untuk mengetahui kelayakan dia menerima bantuan. Pun dengan nominal bantuan yang akan diberikan nantinya. "Terkait persuratan, kami sudah membantu mengurus suratnya ke kelurahan,” imbuhnya.
Seperti yang diberitakan, Mekar menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh NF pada Oktober 2024 silam. Saat itu korban dipaksa untuk ikut ke tempat kos. Selanjutnya pelaku memaksa korban melakukan hubungan badan.
Tak hanya sekali, pada Desember 2024 silam pemerkosaan kembali terjadi. Saat itu pelaku beraksi di sebuah kos di lingkungan Bence, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren.
Meski korban menolak, pelaku tetap memaksa melayani nafsunya. Akibatnya korban hamil hingga melahirkan anaknya.
Setelah melahirkan kini kondisi korban dan bayi sudah lebih baik. Pemkot juga memfasilitasi pemeriksaan psikologis korban dan ibunya.
Ke depan, Mekar juga ingin melanjutkan pendidikannya ke Kejar Paket C dan bekerja. Adapun saat ini dia masih fokus membesarkan bayi yang baru dilahirkannya itu. (*)
Editor : Mahfud