Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ternyata, Komandan Brigif 16 Wira Yudha Orang Kediri, Alumnus SMA Mana?

Ayu Ismawati • Kamis, 30 Oktober 2025 | 19:10 WIB
Letkol Inf Muhammad Sujoko (kanan) melakukan salam komando dengan Kolonel Inf Taufik Ismail dalam sertijab Brigif 16 Wira Yudha yang dipimpin Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin (tengah).
Letkol Inf Muhammad Sujoko (kanan) melakukan salam komando dengan Kolonel Inf Taufik Ismail dalam sertijab Brigif 16 Wira Yudha yang dipimpin Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin (tengah).

 JP Radar Kediri-Untuk kali pertama Brigif 16 Wira Yudha dipimpin oleh putra daerah. Adalah Letkol Inf Muhammad Sujoko, kelahiran Pare, Kabupaten Kediri yang resmi memimpin brigade infanteri dengan lambang harimau loreng itu.

          Serah terima jabatan (sertijab) antara Kolonel Inf Taufiq Ismail dengan Sujoko kemarin, dipimpin oleh Panglima Kodam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. Sebelum pulang kampung, Sujoko sebelumnya menjabat sebagai Perwira Pembantu Madya-2/Latihan Bersama ASEAN, Perwira Pembantu Madya VII/Latihan Bersama Staf Operasi TNI (Pabandya-2/Latma ASEAN, Paban VII/ Latma Sops TNI). 

          “(Pergantian pejabat) ini juga untuk penyegaran tugas personel yang berkesinambungan,” ungkap Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. Dia berharap sertijab kemarin bisa mewujudkan sistem pembinaan personel yang lebih efektif.

Untuk diketahui, Sujoko merupakan prajurit asal Pare, Kabupaten Kediri. Pendidikannya mulai TK, SD, hingga SMA juga diselesaikan di Pare. Sebelum kembali ke Mabes TNI, alumnus SMAN 2 Pare itu juga menjabat Komandan Kodim 0108 Aceh Tenggara.

Selama karirnya di TNI, Sujoko sudah sering menggantikan jabatan yang ditinggalkan Taufik Ismail. Selain di Brigif 16, sebelumnya dia juga menggantikan jabatan Taufik sebagai Kasi Simic Satgas di Lebanon. Kemudian, Kasibinter Divisi 1 Kostrad, dan Komandan Yonif Raider 303.

Meski, diakuinya tantangan tugas di kampung halaman sama sekali tak ringan. “Cukup menantang berdinas di kampung sendiri. Pasti ini akan menjadi suatu sorotan sebagai putra daerah apabila tidak berhasil dalam melaksanakan tugas dan tidak berprestasi, akan dianggap biasa saja,” terangnya sembari menyebut penugasannya kali ini akan jadi pelecutnya untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya.

Sementara itu, purna Kolonel Inf Taufik Ismail yang bertugas di Kediri selama satu tahun delapan bulan menyebut Kediri sebagai daerah yang sangat nyaman untuk ditinggali. Apalagi, markas satuan tempur itu berada di wilayah Bukit Klotok yang menurutnya akan sulit dilupakan.

“Banyak kenangan selama kami menjabat di sini. Banyak tempat-tempat yang tentunya akan selalu kami simpan di dalam memori terindah kami dan keluarga,” paparnya ditemui usai sertijab di Mako Brigif 16/WY kemarin.

Sementara itu, salah satu tugas yang menanti Sujoko adalah menyiapkan prajurit untuk ditugaskan dalam misi pengamanan di Papua. Ada satu batalyon yang nantinya bertugas mengamankan perbatasan RI-Papua Nugini tahun depan.

“Mungkin nanti di awal Januari sudah mulai persiapan. Dan direncanakan di April atau Mei sudah mulai melaksanakan penugasan di Papua. Mudah-mudahan semuanya diberikan kelancaran dan kesuksesan,” harap Taufik

Editor : Mahfud
#sertijab #Brigif 16 Wira Yudha