Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hadiah Hari Santri! Pemkab Kediri Tambah Penerima Insentif Guru Madin Jadi 15 Ribu, Siapkan Dana Stimulan untuk Ponpes

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:00 WIB
HARI SANTRI : Berapa santri tengah bersiap upaca di Stadion Canda Bhirawa
HARI SANTRI : Berapa santri tengah bersiap upaca di Stadion Canda Bhirawa

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pemkab Kediri memberi ‘kado’ khusus di Hari Santri. Mereka akan menaikkan jumlah guru madrasah diniyah (madin) yang mendapat insentif. Dari semula 11 ribu orang menjadi 15 ribu guru tahun depan.

Kabar itu disampaikan langsung oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana saat apel peringatan Hari Santri di Stadion Canda Bhirawa, Pare, kemarin. Selain soal insentif, Bupati Dhito juga menyiapkan dana stimulan untuk ponpes.

“Kami ada program insentif bagi guru madin. Ini program yang berkelanjutan," kata Dhito, ditemui usai memimpin apel.

Sebenarnya, program ini sudah ada sejak 2023. Pemkab mengalokasikan kepada 11 ribu guru madin. Harusnya tahun ini bisa bertambah lagi. Sayang, ada persoalan yang membatalkan keinginan itu.

"Kami targetkan tahun depan naik sampai dengan 15 ribu penerima guru madin atau guru ngaji,” terangnya.

Saat ini insentif untuk guru madin sebesar Rp 150 ribu per bulan yang diterimakan setiap dua dua bulan. Teknisnya ditransfer langsung ke rekening guru.

Sedangkan untuk dana stimulan, Pemkab Kediri menyiapkan bagi ponpes yang sedang berkembang. Tujuannya agar pondok pesantren bisa mengembangkan diri.

“Kalau pondok yang sudah besar, sudah bagus, sudah punya santri banyak, mungkin belum jatahnya. Tapi yang berkembang, yang alasnya belum keramik, masih tanah, dan sebagainya," jelasnya.

Dia mengatakan, setidaknya ada 51 pondok yang berpotensi menerima dana stimulan. Hanya, karena pengurangan transfer kas daerah, tidak semuanya diberikan saat ini. Melainkan secara bertahap.

“Ini kami upayakan 10 pondok. Rencana awal 20 tapi karena ada pengurangan transfer kas daerah mau tidak mau harus melakukan penyesuaian,” dalihnya.

Selain mengabarkan dua hal itu, saat apel kemarin Dhito juga menyinggung makna jihad dalam kehidupan sehari-hari. Sambil berharap agar semua pihak menjaga kabupaten ini tetap menjadi kabupaten yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kediri KH Muhammad Makmun Mahfud mengapresiasi yang dilakukan Pemkab Kediri. Dia menilai langkah Pemkab Kediri sebagai bentuk nyata perhatian terhadap dunia pesantren. Meski jumlahnya belum besar, Gus Makmun menyebut kebijakan itu memberi dampak nyata di kalangan pengajar madin.

 “Dalam dunia khidmad, kami percaya barokah, dari sini memang belum layak (kesejahteraan dari mengajar madin). Namun, selama ini kita selalu bisa survive dengan usaha sendiri,” ujar Pengasuh Pesantren Tabassam Al-Falah Ploso, Kediri itu.(*)

Editor : Jauhar Yohanis
#kabupaten kediri #hari santri #insentif guru madin