Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bandara Dhoho Kediri Bersiap Layani Penerbangan Umrah Langsung ke Arab Saudi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 20 Oktober 2025 | 21:34 WIB

Bandara Dhoho melakukan serangkaian persiapan untuk bisa melayani penerbangan haji mulai tahun 2026.
Bandara Dhoho melakukan serangkaian persiapan untuk bisa melayani penerbangan haji mulai tahun 2026.
Maskapai Arab Saudi Kejar Target Rampungkan Persyaratan Layani Umrah

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Habis gelap terbitlah asa. Kiasan itu sepertinya pas untuk menggambarkan fluktuasi “nasib” Bandara Dhoho Kediri.

Setelah sempat tak memiliki jadwal penerbangan, kini ada harapan bandara di Kabupaten Kediri ini bakal menggeliat lagi.

Tandanya adalah Flyadeal, salah satu maskapai asal Arab Saudi, sudah mengurus berbagai persyaratan perizinan operasional.

Anak perusahaan Saudia dulu bernama Saudi Arabian Airlines bahkan memperkirakan semuanya rampung akhir bulan ini.

Baca Juga: Bandara Dhoho Kediri Buka Penerbangan Internasional November? Ini Penjelasannya

Dengan begitu, pada pekan kedua November, keinginan melihat penerbangan umrah dari bandara yang berada di lereng Gunung Wilis ini bisa segera terwujud.

“Kami sudah diundang resmi oleh direktur perangkutan udara untuk menjadi peserta sosialisasi pelaksanaan aplikasi maskapai asing di Indonesia.

Artinya, kami oleh direktur angkutan udara sudah dinyatakan resmi menjadi bagian dari salah satu maskapai asing yang beroperasi di Indonesia,” kata Commercial Manager Flyadeal Indonesia, Subhan Hadi.

Photo
Photo
Sebagai tambahan informasi, Jumat (17/10) manajemen Flyadeal sudah datang ke Kediri. Mereka bertemu dengan manajemen Bandara Dhoho dan para perwakilan biro travel di Lingkar Wilis.

Pertemuan di Hotel Grand Surya tersebut membahas rencana penerbangan umrah di Bandara Dhoho.

Subhan Hadi melanjutkan, Flyadeal sudah memperoleh perizinan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Izin tersebut juga sudah ditandatangani. Namun, untuk melakukan operasional masih ada persyaratan yang harus dipenuhi.

Yaitu Foreign Air Operator Certificate (FAOC) atau sertifikat untuk operator udara asing yang ingin melakukan operasi komersial di negara lain.

“Memang ketok palunya ada di FAOC (mengantongi FAOC, Red),” jelasnya.

Chief Executive Officer Flyadeal wilayah ASEAN, Abdul Offar Musa, menambahkan pihaknya sudah mengajukan FAOC. Mereka juga sudah mengajukan slot terbang di Arab Saudi dan Indonesia.

“Kami juga sudah bersurat resmi ke GACA (General Authority of Civil Aviation, Red) untuk menjadikan bandara ini (Bandara Dhoho, Red) open sky.

Karena selama ini hanya ada beberapa bandara saja yang boleh terbang langsung ke Saudi. Jadi nanti Bandara Dhoho ini juga jadi salah satu bandara yang langsung ke Saudi,” urai pria asal Malaysia ini.

Menurutnya, proses ini sudah memasuki fase akhir. Ia menargetkan semua bisa rampung akhir bulan ini. Jika berjalan lancar, sesuai timeline, November nanti Flyadeal bisa melakukan penerbangan umrah.

“Kami dapat kerja sama yang bagus dari pihak pemerintah dan pihak bandara. Jadi semoga segera klir,” harapnya.

Baca Juga: Bandara Dhoho Kediri Buka Penerbangan Internasional November? Ini Penjelasannya

Di sisi lain, Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi menegaskan Pemkab Kediri mendukung penuh hal tersebut.

Bahkan sejak awal dibangunnya Bandara Dhoho, pemkab juga mendukung pembangunan infrastruktur di area bandara udara, seperti pembangunan tol untuk akses ke bandara.

“Sejak awal dibangunnya bandara, kami menyiapkan infrastruktur, baik dengan berkomunikasi kepada pemerintah pusat untuk mengegolkan akses jalan tol maupun menyiapkan lahannya,” jelasnya.

Bandara Dhoho berencana membuka layanan penerbangan umrah sejak akhir 2024. Namun gagal karena izin penerbangan umrah untuk Bandara Dhoho belum terbit.

Baru pada Desember 2024, Bandara Dhoho mengantongi penetapan sebagai bandara domestik yang bisa melakukan penerbangan umrah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Hanya saja, yang boleh melakukan penerbangan saat itu hanya maskapai lokal.

Setelah itu sempat ada ratusan jemaah yang direncanakan bertolak ke Tanah Suci dari Bandara Dhoho. Mereka adalah jemaah asal Jatim dan Jawa Barat.

Baca Juga: Bandara Dhoho Kediri Buka Penerbangan Internasional November? Ini Penjelasannya

Sayang, meskipun sudah berada di Kediri, rencana itu batal. Jemaah pun akhirnya berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.

Asa penerbangan umrah muncul kembali setelah terbit izin penerbangan internasional langsung pada 8 Agustus lalu. Hal itu kemudian berlanjut dengan munculnya minat dari Flyadeal.

Maskapai ini ingin melakukan penerbangan di Bandara Dhoho karena beberapa alasan.

Di antaranya masih sedikitnya jadwal penerbangan sehingga lebih leluasa mengatur jadwal, belum adanya maskapai pesaing di sana, serta potensi jemaah umrah yang relatif tinggi.
(sad/fud)

Editor : Miko
#maskapai arab saudi #Flyadeal #umrah #bandara dhoho