Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lestarikan Warisan Wastra Lokal, Alesha Syifa Putri Sabet Gelar Duta Batik Cilik Kota Kediri 2025

Syaikhu Aliya Rahman • Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:25 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri – Ajang Duta Batik Cilik Kota Kediri 2025 sukses digelar dengan antusiasme tinggi dari para peserta maupun masyarakat. Acara yang telah memasuki tahun keempat ini merupakan kolaborasi antara Ningrat Prasojo Management dan Dekranasda Kota Kediri.

Malam Grand Final Duta Batik Cilik Kota Kediri 2025 digelar di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Sabtu (11/10/2025).

Pada malam grand final, Alesha Syifa Putri, siswi kelas 3 SDN Manisrenggo, berhasil terpilih sebagai Juara 1 Duta Batik Cilik Kota Kediri 2025 sekaligus juara favorit. Putri dari pasangan Widya Roshandi dan Devi Novi Angellia yang tinggal di Kelurahan Manisrenggo RT 05 RW 04 Kota Kediri ini berhasil memukau dewan juri dengan kemampuan public speaking, penampilan, serta pemahamannya terhadap makna dan filosofi batik yang dikenakan.

Meski bisa jadi juara, Alesha Syifa Putri sebenarnya baru saja memasuki dunia modeling 3 bulan terakhir ini. Itu semua berawal dari coba-coba mengikuti lomba di sebuah event kecil.

Berkat dukungan orangtuanya, bakat Alesha di dunia modeling akhirnya muncul. Padahal, selama ini dia juga dikenal sebagai atlet lari tingkat SD se-Kota Kediri.

Dari ajang Duta Batik, Alesha kini terus belajar tentang dunia modeling. Dukungan orangtua dan keluarga menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkarya.

 Ketua Pelaksana sekaligus Owner Ningrat Prasojo Management Aji Prasojo menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak generasi muda mencintai batik serta memperkenalkannya lebih luas ke masyarakat.

Aji ingin batik Kota Kediri semakin dikenal dan daya belinya bagi perajin meningkat. “Kami kemas dengan mengombinasikan batik dan tenun ikat, dua wastra Nusantara yang memperkaya dunia fashion dan identitas yang melekat di Kota Kediri,” ujarnya.

Ajang Duta Batik tahun ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai jenjang usia. Mulai SD hingga perguruan tinggi. Mereka terbagi menjadi dua kategori, yakni Kategori A (SD–SMP) dan Kategori B (SMA–kuliah).

Photo
Photo

Seleksi berlangsung sejak 14 September 2025 dan menghasilkan 15 finalis terbaik dari masing-masing kategori yang kemudian mengikuti serangkaian kegiatan pembekalan dan kunjungan selama satu bulan penuh.

Kegiatan para finalis mencakup kunjungan ke Tenun Medali Mas, Batik Djajawarsa, kunjungan media, Rumah Kurasi, PKK Kota Kediri, serta audiensi dengan Ketua Dekranasda Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin.

Para peserta juga mendapat pembekalan dari sejumlah sponsor seperti REAF Aesthetic & Wellness dan Klinik Ibu Hawa.

Para finalis juga bekerja sama dengan 16 perajin batik Kota Kediri untuk menghasilkan busana malam puncak batik khas Kota Kediri yang memukau.

Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan omzet perajin batik sekaligus memperkuat posisi batik Kota Kediri dalam dunia fashion nasional dan mancanegara.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turut hadir memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh peserta. Vinanda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan event ini.

“Ajang ini bukan sekadar kompetisi kecantikan, tapi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan memajukan batik sebagai warisan budaya kita,” ujar Vinanda.

Vinanda menambahkan, batik telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia sejak 2009, masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan melestarikannya. “Saya harap adik-adik ini bisa menginspirasi teman-temannya. Tunjukkan bahwa mengenakan batik itu keren dan membanggakan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Qowimuddin, Ketua Dekranasda Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin, jajaran Dekranasda, serta para tamu undangan.

Dengan terselenggaranya Duta Batik Cilik Kota Kediri 2025, diharapkan batik Kediri semakin dikenal luas. Para perajin semakin sejahtera dan generasi muda tumbuh sebagai pelestari budaya bangsa yang membanggakan.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#kediri #siswi #antusias #duta batik