JP Radar Kediri- Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Wilayah Kediri terus kebut proses perbaikan Jembatan Semampir. Setelah adanya temuan retakan melintang sepanjang 7 meter, petugas melakukan perbaikan dengan pengecoran. Mereka memilih beton mutu tinggi untuk mengatasi retakan jembatan yang sudah beroperasi sejak 1992 itu.
Koordinator Lapangan (Koorlap) Proyek Rehabilitasi Jembatan Semampir BBPJN Jatim-Bali Wilayah Kediri Tedy mengatakan, temuan retakan itu berada di satu titik. Retakan sepanjang 7 meter itu melintang selebar bentang jembatan. Terkait penyebabnya, dia menengarai itu karena karena banyaknya truk bertonase besar yang kerap melintas di sana.
“Kalau secara visual real di lapangan, itu (retakan) bisa mungkin ada truk besar, ada kerusakan, dan ada kemacetan di atas jembatan. Karena (retakan) pada titik sama melintang,” ujar Tedy.
Senin (6/10) kemarin, retakan tersebut sudah diperbaiki. Untuk meningkatkan kualitas jembatan, perbaikan dilakukan dengan menggunakan beton mutu tinggi. “Sudah kami perbaiki dan sudah dicor dengan beton mutu tinggi,” lanjutnya.
Untuk diketahui, retakan itu ditemui di lantai jembatan sisi timur. Tepatnya sekitar 45 meter dari expansion joint di sisi timur. Temuan kerusakan pada beton itu lalu diperbaiki dengan metode grouting. Selain perbaikan pada area span 1 atau yang berada di sisi timur, petugas juga memperbaiki area span 2 yang mendekati kawasan barat sungai. “Kami targetkan dua-duanya dicor,” tandas Tedy.
Lama waktu pengecoran di dua lokasi tersebut menurut Tedy bervariasi. Tergantung kondisi titik yang dilakukan perbaikan. Dia memperkirakan proses itu selesai dalam 7–8 hari.
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN Jatim-Bali melaksanakan pekerjaan rehabilitasi terhadap jembatan yang telah beroperasi sejak 1992 silam. Akibatnya, jembatan sepanjang 290 meter itu ditutup total sejak 15 September hingga 12 November mendatang.
Dalam proses rehabilitasi, BBPJN juga akan melaksanakan penggantian expansion joint jembatan serta pekerjaan patching dan grouting pada beton.
Rehabilitasi jembatan dilakukan menyusul adanya temuan lendutan pada lantai jembatan. Sehingga diperlukan perbaikan segera agar tidak membahayakan pengendara yang melintas maupun struktur jembatan. (*)
Editor : Mahfud