JP Radar Kediri-Keputusan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Wilayah Kediri untuk memperbaiki Jembatan Semampir sejak akhir September lalu sudah tepat. Berdasar pemeriksaan lanjutan, jembatan nasional yang dioperasikan sejak 1992 silam itu retak hingga selebar tujuh meter.
Koordinator Lapangan (Koorlap) Proyek Rehabilitasi Jembatan Semampir BBPJN Jatim-Bali Wilayah Kediri Tedy mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pengecoran di span 1. Yakni, rentang 50 meter pertama badan jembatan dari sisi timur. Dari sana, nantinya akan dilanjutkan ke arah barat yang saat ini masih proses pembongkaran dan pembersihan.
“Insya Allah hari Sabtu bisa mulai pengecoran dua-duanya (dari span 1 sampai span 2),” ujar Tedy.
Sebelumnya, petugas teknis telah menggali aspal dengan cold milling machine. Dari sanalah diketahui ada retakan jembatan selebar tujuh meter. Retakan di sisi timur itu tepatnya sekitar 45 meter dari expansion joint di sisi timur. “Retakan selebar tujuh meter (selebar badan jembatan),” lanjut Tedy.
Pascatemuan tersebut, tim teknis berencana melakukan grouting atau penyuntikan material cair ke dalam celah retakan. “Jadi kami pakai jack untuk mengetahui kedalamannya dulu sampai berapa. Baru nanti ditemukan apa penyebabnya, dan baru nanti kami obati dengan grouting,” beber Tedy terkait tindak lanjut temuan retak itu.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sejumlah pekerja terlihat fokus melanjutkan pekerjaan di sisi tengah jembatan. Selain menyiapkan tahapan pengecoran, pekerja juga membersihkan badan jembatan sebelum nanti dilakukan bekisting.
Seperti diberitakan, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN Jatim-Bali melaksanakan pekerjaan rehabilitasi terhadap Jembatan Semampir yang dideteksi mengalami kerusakan. Selama proses pembangunan, jembatan sepanjang 290 meter itu ditutup total sejak 15 September hingga 12 November mendatang.
Dalam proses rehabilitasi itu, BBPJN juga akan mengganti expansion joint jembatan serta pekerjaan patching dan grouting pada beton. Rehab jembatan itu dilakukan menyusul temuan lendutan di lantai jembatan. Sehingga diperlukan perbaikan segera agar tidak membahayakan pengendara yang melintas maupun struktur jembatan yang menghubungkan Kota Kediri sisi timur dan barat itu. (*)
Editor : Mahfud