Data Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, sepanjang 2024 jumlah kasus ISPA mencapai 132.954. Sementara hingga September 2025 ini tercatat 70.345 kasus, meski belum sampai akhir tahun. Paling banyak terkena adalah balita dan lansia.
Baca Juga: Lahan SR di Kota Kediri Sudah Klir, Tinggal Tunggu Kepastian Pusat! Ini jadwal Pengosongannya
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri dr Bambang Triyono Putro mengatakan, meski jumlah kasus tidak naik signifikan, namun dalam dua bulan terakhir terjadi kenaikan cukup terlihat. "Kalau dari tahun lalu ke 2025 tidak naik, meski belum sampai akhir tahun. Namun kalau dalam dua bulan terakhir ada kenaikan," jelasnya.
Bambang mengatakan, kasus paling banyak dialami balita dan lansia. Alasannya karena daya tahan tubuh mereka lebih rendah sehingga lebih mudah terserang ISPA.
Baca Juga: Belasan Jalan di Kota Kediri Diusulkan Naik Kelas, Utamakan Ruas di Exit Tol Bandara Dhoho
Bambang menambahkan, ISPA merupakan penyakit musiman yang selalu muncul setiap tahun. Penyebabnya beragam, mulai dari alergi, virus, hingga bakteri yang menular melalui udara di sekitar lingkungan. Meski demikian, dia memastikan tidak ada laporan kematian akibat ISPA di Kabupaten Kediri sepanjang tahun ini.
Faktor lingkungan dan kondisi imunitas tubuh masyarakat menjadi pemicu utama seseorang mudah terjangkit penyakit tersebut. Saat imunitas menurun, risiko terpapar ISPA akan semakin tinggi.
Baca Juga: Melihat Kondisi Sekolah-Sekolah di Blank Zonasi Kediri: Jadi Cara Menurunkan Angka Putus Sekolah
“Dampaknya pasti akan menurunkan produktivitas, karena kondisi tubuh terganggu dan aktivitas sehari-hari ikut tersendat,” terangnya.
Untuk pencegahan, Dinkes menggencarkan edukasi melalui puskesmas terkait pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Edukasi ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, khususnya saluran pernapasan.
Baca Juga: Soal Pengganti Sekda Kota Kediri, Muncul Nama Ferry
“Kami mengimbau masyarakat menjaga kesehatan saluran pernapasan, karena dari sanalah kualitas oksigen yang dibutuhkan tubuh masuk. Dengan meningkatkan PHBS, risiko terpapar ISPA bisa ditekan,” pungkas Bambang.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian