Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jembatan Semampir Rusak karena Beban Berlebih, Bakal Ada Pembatasan Tonase Kendaraan yang Melintas?

Ayu Ismawati • Minggu, 14 September 2025 | 17:51 WIB
Pengendara melintas di Jembatan Semampir Kediri.
Pengendara melintas di Jembatan Semampir Kediri.

JP Radar Kediri- Jembatan Semampir memang sudah harus diperbaiki. Sebab, telah terjadi kerusakan di jembatan tersebut. Salah satunya banyaknya terjadi lendutan-perubahan posisi-pada lantai jembatan. 

Apa penyebab lendutan itu? Menurut Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, lendutan itu disebabkan beban kendaraan besar yang melintas. 

“Lendutan terjadi pada aspal Jembatan Semampir. Ini diakibatkan karena beban kendaraan yang melintas,” terang Ketua Tim Hukum dan Komunikasi Publik BBPJN Jatim-Bali Ahsan Asjhari. 

Menurut Ahsan, kondisi seperti itu bila dibiarkan akan berakibat fatal. Karena itulah perlu penanganan berupa rehabilitasi. Rencananya proses perbaikan tersebut akan berlangsung mulai Senin (15/9).

Lebih jauh Ahsan menyampaikan, penutupan total jembatan imbas proses rehabilitasi itu akan berlangsung hingga 12 November mendatang. Namun demikian, proses rehabilitasi akan tetap berjalan hingga beberapa pekan setelahnya.

“Pekerjaan rehabilitasi jembatan akan berlangsung hingga awal Desember 2025,” tandasnya. 

Untuk diketahui, jembatan sepanjang 290 meter itu sudah berdiri sejak 1992. Selama itu, semua kendaraan bebas melintas. Termasuk bus dan angkutan berat. Tak ada batasan tonase atau berat kendaraan. 

Apakah nanti akan ada pembatasan tonase setelah jembatan diperbaiki? Ahsan menjawab diplomatis. Menurutnya,  terkait kebijakan BBPJN Jatim-Bali soal operasional Jembatan Semampir ke depan masih akan dibicarakan. Terutama soal pembatasan tonase kendaraan yang melintas, mereka perlu berkoordinasi terlebih dulu dengan berbagai pihak terkait. 

“Mengenai ketentuan pemanfaatan jembatan setelah perbaikan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan stakeholder terkait. Baik dari pihak kepolisian, BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat, Red), dan juga dinas terkait lainnya,” aku Ahsan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Semampir akan ditutup total mulai 15 September hingga 12 November. Penutupan itu imbas rehabilitasi yang akan dilaksanakan oleh BBPJN Jatim-Bali Kementerian PU. Akibatnya, arus lalu lintas di Kota Kediri juga akan dialihkan selama penutupan jembatan tersebut.

“Nantinya rute alternatif sudah disiapkan dan akan diterapkan terhadap angkutan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP), angkutan barang, dan angkutan umum lainnya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Didik Catur. 

Dengan pengalihan arus lalu lintas itu, dipastikan akan ada peningkatan volume kendaraan di tengah kota. Untuk itu, pihaknya bersama Satlantas Polres Kediri Kota akan meningkatkan operasi di lapangan. Sebagai upaya memastikan tidak terjadi kemacetan yang signifikan di dalam kota. 

“Kami juga meningkatkan peran Area Traffic Control System (ATCS) di ruang pusat pengendali lalu lintas (PPL) di dishub untuk mengurai pergerakan lalu lalang di Kota Kediri agar tidak terjadi kemacetan,” bebernya. (*)

 

Editor : Mahfud
#jembatan semampir #rusak