JP Radar Kediri- Warga yang selama ini melintasi Jembatan Semampir, harus bersiap melewati jalan ataupun jalur lain. Sebab, jembatan sepanjang 290 meter itu bakal ditutup total.
Penutupan jembatan yang dibangun sejak 1992 tersebut akan berlangsung mulai Senin (15/9). Alasannya, penghubung antara Kecamatan Kota dan Mojoroto tersebut akan menjalani rehabilitasi. Pengerjaannya dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Kementerian Pekerjaan Umum.
Ketua Tim Hukum dan Komunikasi Publik BBPJN Jatim-Bali Ahsan Asjhari mengatakan, rehabilitasi meliputi beberapa pekerjaan fisik. Proses itu ditargetkan berlangsung mulai 15 September hingga 12 November.
“Terkait rehabilitasi Jembatan Semampir, pekerjaan meliputi penggalian perkerasan beraspal dengan cold milling machine. Kemudian penggantian expansion joint jembatan, serta pekerjaan patching dan grouting pada beton,” kata Ahsan.
Perbaikan jembatan itu merupakan tindak lanjut dari hasil survei monitoring kondisi Jembatan Semampir beberapa bulan lalu. Survei yang juga mencakup uji beban pada April 2025 lalu itu menjadi dasar dilaksanakannya rehabilitasi.
“Dari hasil survei monitoring kondisi Jembatan Semampir di Kediri bulan April 2025 lalu, diketahui ada lendutan pada lantai jembatan sehingga diperlukan penanganan berupa rehabilitasi jembatan,” tandasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Kediri juga telah berkoordinasi terkait sosialisasi pengaturan arus lalu lintas selama rehabilitasi jembatan berlangsung. Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Didik Catur mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan rapat koordinasi untuk mempersiapkan rute atau jalur alternatif. Selain itu, rambu pemberitahuan juga sudah dipasang di beberapa lokasi untuk mengumumkan rencana pengalihan arus itu.
“Nantinya rute alternatif sudah disiapkan dan akan diterapkan terhadap angkutan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP), angkutan barang, dan angkutan umum lainnya,” ujar Didik.
Dengan pengalihan arus lalu lintas itu, dipastikan akan ada peningkatan volume kendaraan di tengah kota. Untuk itu, pihaknya bersama Satlantas Polres Kediri Kota akan meningkatkan operasi di lapangan untuk memastikan tidak terjadi kemacetan yang signifikan di dalam kota.
“Kami juga meningkatkan peran area traffic control system (ATCS) di ruang Pusat Pengendali Lalu Lintas (PPL) Dishub untuk mengurai pergerakan lalu lalang di Kota Kediri agar tidak terjadi kemacetan,” bebernya.(ais/fud)
Pengalihan Rute Akibat Perbaikan Jembatan Semampir
- Rute Surabaya - Tulungagung : dari Jl Mayor Bismo – Jl Mayjend Sungkono – Jl Diponegoro – Jl Hasanudin – Jl Teuku Umar – Jl Ahmad Yani – Jl Letjend Suprapto – Jl DI Panjaitan – Jl Kapten Tendean (Sub Terminal Bus di PPMB) – Jl Supersemar – Jl Perintis Kemerdekaan – Jl Sersan Suharmaji – Tulungagung.
- Bus dan angkutan barang rute Tulungagung – Kertosono – Surabaya : dari arah Tulungagung diarahkan ke Jl Sersan Suharmaji – Jl Perintis Kemerdekaan – Jl Super Semar – Jl Kapten Tendean – Jl Letjend Supratman – Jl MT Haryono – Jl Brigjen Katamso – JL BP Sudirman – Jl Yos Sudarso – Jl Mayjend Sungkono – Jl Mayor Bismo – Surabaya.
- Bus dan angkutan barang rute Tulungagung – Pare – Surabaya : Melintasi Jl Sersan Suharmaji – Jl Perintis Kemerdekaan – Jl Super Semar – Jl Kapten Tendean – Jl DI Panjaitan – Jl Imam Bahri – Jl Raya Tugu Rejo – Simpang Lima Gumul – Jl raya Kediri Pare – Pare – arah Surabaya.
- Kediri/Tulungagung – Nganjuk : melintasi Jl Sersan Suharmaji – Jl Perintis Kemerdekaan – Jl Super Semar – Jl Super Semar – Jl Kapten Tendean – Jl Letjend Supratman – Jl MT Haryono – Jl Brigjen Katamso – Jl Bandarngalim – Jl Agus Salim – Jl Semeru – Jl Dr Sahardjo – Jl Suparjan Mangunwijaya – Jl Ahmad Dahlan – Jl Gatot Subroto – Jl Sersan Bahrun – Nganjuk.
- Rute Nganjuk – Kediri/Tulungagung, dari arah Nganjuk – Jl Sersan Bahrun – Jl Gatot Suprapto – Jl Ahmad Dahlan – Jl Suparjan Mangunwijaya – Jl Dr Sahardjo – Jl Semeru – Jl Agus Salim – Jl Bandar Ngalim – Jl Urip Sumoharjo – Jl Sersan Suharmaji – Tulungagung.