Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Cara Bupati Kediri Dhito Pramana Membersihkan Puing Bekas Kerusuhan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 6 September 2025 | 14:47 WIB
KERJA BAKTI: Ribuan warga ikut membersihkan puing-puing sisa kebakaran dan penjarahan di Pemkab Kediri.
KERJA BAKTI: Ribuan warga ikut membersihkan puing-puing sisa kebakaran dan penjarahan di Pemkab Kediri.

JP Radar Kediri-Pemkab Kediri punya cara untuk membangun kebersamaan warga. Mereka mengajak masyarakat bahu-membahu membersihkan puing-puing bekas kerusuhan 30 Agustus lalu.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Wakil Bupati (Wabup) Dewi Mariya Ulfa yang  mengajak langsung ribuan warganya. Yang dibersihkan adalah puing-puing sisa kerusuhan dan kebakaran di Pemkab Kediri. 

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Pemkab Kediri itu meminta warga yang ikut menjarah aset untuk segera mengembalikannya. Dia memberi deadline hingga Sabtu (6/9) atau hari ini. 

“Jika tidak dikembalikan, apapun perannya, mulai menjarah karena ikut-ikutan atau provokator akan diproses hukum,” tegas Dhito.

Sang bupati  menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Pare. Khususnya yang terkait dengan proses pengembalian maupun penindakan.

Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Kediri, aksi bersih-bersih kemarin berlangsung guyub. Ribuan orang bahu-membahu membersihkan puing-puing yang berserakan di pemkab.  

Mereka yang terlibat membawa alat seperti sapu, cikrak, hingga gerobak. Dengan semangat mereka mengambili puing-puing yang mengotori Pemkab Kediri. 

Peserta kerja bakti juga bersama-sama memindahkan kerangka mobil yang hangus terbakar.

“Hari ini (5/9) libur. Sama guru diarahkan untuk ikut bantu-bantu,” jelas Revaldo Putra Hidayat, 13.

Revaldo adalah warga Doko, Ngasem yang ikut kerja bakti. Siswa MTsN 9 itu berharap dengan turunnya ribuan orang kemarin Pemkab Kediri bisa bersih dan pulih lagi.

“Semoga bisa seperti semula lagi,” tuturnya.

Tak hanya Valdo, Bupati Dhito juga ikut bersih-bersih. Setelah sebelumnya meletakkan kembali fragmen kepala Ganesha ke Museum Bagawanta Bhari. 

“Arca sudah kami kembalikan secara simbolis ke museum. Setelah itu akan disimpan ke tempat yang lebih aman,” papar Dhito memastikan arca akan disimpan di tempat khusus.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut hadir dan meluangkan waktunya di libur Maulid Nabi untuk ikut membersihkan Pemkab Kediri. Ini soal empati dan kemanusiaan karena kita di sini bersama-sama menjaga rumah rakyat,” urainya tentang keterlibatan warga dari Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Trenggalek, dan Nganjuk itu.

Untuk diketahui, selain membersihkan Pemkab Kediri, Dhito juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait pembangunan kembali gedung Pemkab Kediri. Selain mengajukan bantuan pembangunan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU), suami Eriani Annisa itu juga berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

“Sore ini (5/9) saya ke Surabaya untuk melapor ke Kemendagri,” ungkap Dhito sembari menyebut selama lima hari terakhir Kemendagri rutin memonitor perkembangan Kabupaten Kediri.

Kementerian yang membawahi pemerintah daerah se-Indonesia itu memberi atensi khusus terkait pembangunan gedung Pemkab Kediri yang terbakar. Salah satunya mereka berkomitmen melakukan penguatan lewat Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah (Otoda) Kemendagri, tentang permintaan perbaikan gedung ke Kementerian PU tersebut. (*)

Editor : Mahfud
#kerja bakti #puing