JP Radar Kediri-Penjarahan dan perusakan kompleks gedung Pemkab Kediri pada Sabtu (30/8) malam lalu membuat sampah dan puing-puing bangunan berserakan. Hingga kemarin, dinas lingkungan hidup (DLH) sudah membersihkan sampah sekitar lima ton.
Sampah dan puing-puing bangunan itu berasal dari jalan depan, halaman, hingga beberapa bagian gedung pemkab yang terbakar. “Kami mulai melakukan pembersihan sejak Minggu (31.8) hingga hari ini (4/9),” kata Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti sembari menyebut pembersihan melibatkan pramuka dan relawan.
Lima ton sampah yang dibersihkan menurut Putut terdiri dari beberapa jenis. Mulai pecahan kaca, puing bangunan, hingga barang-barang yang ikut rusak di dalam gedung. “Tapi belum semua bisa dievakuasi, khususnya barang-barang yang sulit dipindahkan,” lanjutnya.
Lebih jauh Putut menyebut, sampah yang tergolong biasa sudah dibuang ke TPA. Sedangkan material khusus seperti pecahan kaca ditangani melalui kolaborasi dengan bank sampah. “Semua OPD juga melakukan pembersihan di kantor masing-masing," terangnya.
Untuk diketahui, Pemkab Kediri juga akan menggelar kerja bakti bersama masyarakat pada Jumat (5/9) nanti. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, seluruh elemen, mulai dari ASN hingga warga umum diajak bergotong royong tanpa memandang jabatan ataupun latar belakang.
"Tidak memandang agama, mari kita bersihkan rumah kita (pemkab)," ajak pria yang dua kali memimpin Kabupaten Kediri itu.
Seperti diberitakan, tidak hanya persoalan sampah, kerusakan juga terjadi di jalur pedestrian Jalan Soekarno-Hatta depan kompleks pemkab. Fasilitas publik usianya belum genap setahun itu rusak akibat aksi penjarahan Sabtu lalu.
“Kursi pedestrian di trotoar Jalan Soekarno-Hatta hilang 17, tapi 3 sudah dikembalikan ke Satpol PP. Tempat sampah besi ada tujuh, tidak hilang tapi rusak berat, sudah kami tarik,” papar Putut sembari menyebut pos besar di depan Pemkab Kediri habis tak tersisa.
Tidak hanya itu, lampu-lampu di area pemkab juga banyak rusak. Misalnya, 13 unit lampu dekoratif, 13 unit lampu tiang, serta 16 unit lampu sorot pohon. Meski sarpras taman rusak, Putut menyebut pepohonan di pedestrian akan.
Seperti halnya Bupati Dhito, Putut ikut mengimbau agar warga mau mengembalikan aset hasil penjarahan. “Masih terus bertambah (pengembalian barang),” tegas Putut. (*)
Editor : Mahfud